4 Pulau di Anambas Dijual Online, Kemendagri Harus Tindak Tegas

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi II DRP RI, Zulfikar Arse Sadikin, mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dinilai harus responsif dalam menanggapi kasus empat pulau di Anambas yang dijual di situs daring luar negeri.
Dia mengatakan, kasus penjualan pulau Indonesia di situs daring bukanlah yang pertama. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan lembaga terkait seperti Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam melindungi pulau-pulau di Indonesia.
"Mestinya Kemendagri yang harus responsif, kenapa ada kejadian berulang seperti itu. Itu Kemendagri lah sama BNPP, Kemendagri lah itu," kata dia ditemui Akurat.co di Jakarta, dikutip Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Empat Pulau di Anambas Dijual Online, Komisi II DPR Akan Panggil Kepala Daerah
Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil pemerintah serta kepala daerah terkait untuk mengetahui seluk beluk permasalahannya.
"Ya setuju saja boleh lah, Nanti kita cek dulu lewat rapat lah ya kita panggil, Gubernurnya, terus Bupatinya, duduk persolahnya bagaimana kalau ada situs itu. Nanti kita tinggal panggil aja Kemendagri, Pemdanya juga," tegas dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, pihaknya segera mempelajari kasus penjualan empat pulai di Anambas melalui situs daring.
"Saya belum mempelajari lebih dalam, nanti kita pelajari dulu lah," kata dia.
Dia bahkan menanyakan kepada wartawan siapa yang menjual pulau tersebut. "Yang jual siapa," tanya Wamendagri.
Dia menekankan, ada aturan yang harus dipatuhi. Karenanya pulau-pulau di Indonesia tidak dapat main diperjual belikan. "Ya semua kan harus sesuai dengan aturan. Tapi intinya, saya pelajari dulu secara detail seperti apa," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







