Buruh Padati Gedung DPR RI di Peringatan May Day, Lalu Lintas Dialihkan

AKURAT.CO Ribuan massa aksi melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, dalam rangka peringati May Day, Jumat (1/5/3026). Akibat dari jumlah massa aksi yang terus menerus bertambah, akses jalan Gatot Subroto menuju Slipi ditutup.
Dari pantauan di lapangan, massa aksi mulai memadati gedung DPR sekitar pukul 13.00 WIB. Berbagai aliansi seperti KASBI dan serikat buruh, para pekerja industri, serikat pekerja, kaum tani dan masyarakat sipil serta organisasi mahasiswa.
Menuju sore, massa aksi masih terus berdatangan dengan mobil komando yang ditandai dengan orasi-orasi politik dari elemen buruh.
Baca Juga: May Day Jadi Momentum Evaluasi, DPRD Jakarta Siapkan Penguatan Kebijakan Pro Buruh
Mereka mendesak agar DPR dan pemerintah segera membahas undang-undang ketenagakerjaan yang baru, sesuai dengan amanat dari Mahkamah Konsitusi (MK) 168/2023.
Terkait arus lalu lintas, kendaraan umum dan pribadi roda dua yang mau melewati wilayah Slipi di arahkan untuk melewati arah Senayan. Sedangkan akses jalan tol sampai saat ini terpantau masih dapat dilalui.
Sebelumnya, sebanyak 24.980 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan aksi unjuk rasa buruh berjalan aman dan kondusif.
Sebagai bagian dari persiapan, aparat gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait menggelar apel gelar pasukan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: May Day, Dasco Bertemu Perwakilan Buruh Bahas Satgas PHK Sampai Status Driver Ojol
Apel yang berlangsung di Cawan Timur Monas, Gambir, dipimpin oleh Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono. Dalam arahannya, dia menekankan pentingnya kesiapan seluruh personel dalam menghadapi dinamika aksi May Day yang kerap menjadi perhatian publik.
"Pengamanan harus dilakukan secara profesional dan humanis. Atur pergerakan massa mulai dari titik kedatangan hingga kepulangan agar tidak menimbulkan kepadatan maupun gangguan kamtibmas," ujarnya.
Dia juga mengingatkan seluruh personel untuk mengantisipasi potensi gangguan, termasuk kemungkinan penyusupan provokator. Selain itu, kesiapan jalur evakuasi dan tim kesehatan menjadi perhatian utama dalam pengamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








