Akurat Logo

Rumah Subsidi Baru Terserap 56 Persen, BTN Siapkan Strategi Percepatan

Esha Tri Wahyuni | 3 November 2026, 08:20 WIB
Rumah Subsidi Baru Terserap 56 Persen, BTN Siapkan Strategi Percepatan
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Kiri) bersama Direktur Bank BTN, Nixon LP Napitupulu (Kanan) saat melakukan sesi doorstop bersama wartawan di kementerian PKP - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Pemerintah mendorong percepatan penyaluran rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pasalnya, realisasi penyaluran rumah subsidi secara nasional baru mencapai 167.000 unit atau sekitar 56,03% dari target yang ditetapkan.

Upaya percepatan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan sektor perbankan, khususnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Menteri PKP, Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu beserta jajaran direksi BTN di Jakarta, Senin malam (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan penyaluran KPR subsidi FLPP, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, hingga sejumlah inovasi pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Baca Juga: Pemerintah Bahas Skema KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Maruarar menilai dukungan perbankan, terutama BTN, memiliki peran strategis dalam mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujar Maruarar.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan Kementerian PKP, Riadi, menyampaikan bahwa capaian penyerapan program rumah subsidi telah mencapai sekitar 64% dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan realisasi penyaluran rumah subsidi secara keseluruhan telah menembus lebih dari 167.000 unit atau sekitar 56,03% dari target.

BTN menjadi salah satu bank yang berkontribusi besar terhadap realisasi tersebut. Heru menyebut, apabila digabungkan dengan kontribusi Bank Syariah Nasional (BSN), target penyaluran yang dibebankan kepada kedua bank tersebut mencapai sekitar 135.000 unit, dengan realisasi sekitar 123.000 unit.

"BTN menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian tersebut. Apabila digabungkan dengan kontribusi Bank Syariah Nasional (BSN), target penyaluran mencapai sekitar 135.000 unit dengan realisasi sekitar 123.000 unit," kata Heru.

Baca Juga: BTN Salurkan KPR Rp552 Triliun, Pangsa Pasar Subsidi Capai 69 Persen

Heru berharap koordinasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BTN terus diperkuat agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

"Dengan begitu, semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa mengakses fasilitas pembiayaan rumah subsidi," tegasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.