Jembatan Musi V Ditargetkan Fungsional Saat Nataru 2026

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mendorong penyelesaian pembangunan Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari Jalan Tol Palembang–Betung, salah satu ruas penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatera Selatan.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menjelaskan bahwa Jembatan Musi V merupakan bagian dari Jalan Tol Palembang–Betung dengan visi besar penyambungan tol dari Lampung hingga Aceh, mengingat potensi trafik dan nilai ekonomi yang tinggi jika seluruh ruas tersambung.
“Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang–Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi,” kata Triono, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Jembatan Aih Bobo Ambruk Usai Diterpa Banjir, Kementerian PU Kejar Pemulihan Akses Gayo Lues
Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, menyebutkan bahwa secara struktur, Jembatan Musi V sudah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Struktur per 6 Juli 2026.
Jembatan ini memiliki struktur total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter.
“Untuk monitoring kesehatan dan keselamatan jembatan, akan dipasang Structural Health Monitoring System dengan 100 unit sensor,” jelas Ni Komang.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 km yang dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan rampung pada TW IV 2026, sementara Seksi 3 ditargetkan selesai pada TW I 2027.
Konstruksi saat ini dibangun dengan 2×2 lajur pada tahap awal, dengan rencana peningkatan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir. Nilai investasi proyek mencapai Rp14,98 triliun dengan biaya konstruksi sekitar Rp13,90 triliun, biaya pembebasan lahan Rp390 miliar, dan masa konsesi selama 50 tahun.
Kementerian PU menargetkan Jalan Tol Palembang–Betung dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026–2027 untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Baca Juga: Kementerian PU Sanksi 2.000 Pegawai Terlibat Judol, Transaksi Tembus Rp12 Miliar
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah pembebasan lahan di sejumlah titik akses masyarakat, meski struktur utama jembatan telah rampung.
Sugeng menyebut ada tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya harus berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







