Meirizka Widjaja Didakwa Menyuap Hakim PN Surabaya agar Ronald Tannur Bebas

AKURAT.CO Ibunda Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja, didakwa menyuap hakim Pengadilan Negeri Surabaya dengan total Rp1 miliar dan SGD308 ribu.
Suap dilakukan dengan maksud membebaskan Ronald Tannur dari tuntutan Jaksa atas kasus pembunuhan sang kekasih Dini Sera Afrianti.
Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat membacakan surat dakwaan terdakwa Meirizka Widjaja di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan Panitera PN Surabaya Terima Suap dalam Vonis Bebas Ronald Tannur
Menurut Jaksa, perbuatan itu dilakukan Meirizka Widjaja bersama-sama Lisa Rachmat yang merupakan pengacara Ronald Tannur.
"Bahwa terdakwa Meirizka Widjaja pada Januari-Agustus 2024 telah melakukan atau turut serta melakukan dengan Lisa Rachmat memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim, yaitu uang tunai Rp1 miliar dan 308 ribu Dolar Singapura," kata Jaksa saat membacakan dakwaan.
Adapun, ketiga hakim PN Surabaya yang mengadili perkara Ronald Tannur yakni Erintuah Damanik selaku ketua dan Mangapul serta Heru Hanindyo selaku hakim anggota.
Baca Juga: 5 Aparatur PN Surabaya Dijatuhi Sanksi Terkait Kasus Vonis Bebas Ronald Tannur
Ketiga hakim tersebut diduga menerima suap dari Meirizka Widjaja melalui Lisa.
"Uang tunai Rp1 miliar dan SGD120 ribu dari terdakwa Meirizka Widjaja melalui Lisa Rachmat kepada Heru Hanindyo," ujar Jaksa.
"Uang tunai SGD140 ribu dari terdakwa Meirizka Widjaja melalui Lisa Rachmat. Dengan pembagian kepada Erintuah Damanik sebesar SGD38 ribu, Mangapul sebesar SGD36 ribu, Heru Hanindyo sebesar SGD36 ribu dan sisa sebesar SGD30 ribu disimpan Erintuah Damanik," jelas Jaksa menambahkan.
Baca Juga: Tiga Hakim Vonis Bebas Ronald Tannur Didakwa Terima Suap Rp4,67 Miliar
Jaksa mendakwa perbuatan Meirizka Widjaja dengan Pasal 6 Ayat 1 huruf (a) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Lalu Pasal 5 Ayat 1 huruf (a) juncto Pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
"Dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan padanya untuk diadili. Yaitu supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang memeriksa dan memutus perkara pidana Gregorius Ronald Tannur menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) dari seluruh dakwaan penuntut umum," ujar Jaksa.
Baca Juga: Ini yang Didalami Penyidik Kejagung Saat Periksa Ayah Ronald Tannur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







