Akurat Logo

Iran Mengklaim 4 Kapal Tanker Minyak Hancur Akibat Ranjau Laut di Dekat Selat Hormuz

Fitra Iskandar | 4 November 2026, 14:19 WIB
Iran Mengklaim 4 Kapal Tanker Minyak Hancur Akibat Ranjau Laut di Dekat Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz - AA

AKURAT.CO Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa empat kapal tanker minyak hancur setelah menghantam ranjau laut saat mencoba melintasi jalur pelayaran terlarang di sebelah selatan Selat Hormuz.

Kapal-kapal tanker tersebut masih terbakar pasca-ledakan, ungkap IRGC dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi IRNA.

Dua kapal lainnya ditahan karena melanggar pembatasan pelayaran, tambah pernyataan tersebut.

IRGC juga mengklaim bahwa pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) MQ-9 buatan AS di atas selat tersebut pada pukul 04.30 waktu setempat (01.00 GMT), seraya menyebutkan bahwa itu adalah pesawat ke-56 dari jenis serupa yang berhasil mereka jatuhkan.

 Pernyataan itu menyebutkan bahwa operasi tersebut dilaksanakan oleh angkatan laut dan angkatan kedirgantaraan IRGC, yang telah memberikan "pukulan telak terhadap musuh."

Pihaknya memperingatkan bahwa pasukan Iran tetap bersiaga untuk melancarkan "pukulan pamungkas" terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Perkembangan ini terjadi di tengah upaya Qatar yang terus memediasi Washington dan Teheran, di tengah ketegangan akibat blokade angkatan laut AS dan masalah keamanan maritim di Selat Hormuz.

Pada hari Senin, Iran menyatakan bahwa mereka masih saling bertukar pesan dengan AS melalui pihak penengah, dan bahwa pembukaan kembali jalur perairan tersebut bergantung pada penghentian blokade oleh Washington.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut, sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata pada bulan April.

Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan bernavigasi di Selat Hormuz pada 18 Juni, namun implementasinya terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai pengaturan keamanan.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.