Akurat Logo

SEA Games: Malaysia Coret Dayung, Indonesia Diminta Layangkan Keberatan

Dian Eko Prasetio | 4 November 2026, 14:37 WIB
SEA Games: Malaysia Coret Dayung, Indonesia Diminta Layangkan Keberatan
Atlet dayung putra Indonesia Febrian (kanan) dan La Memo (kiri) bereaksi usai finis pada final dayung double scull putra Asian Games 2026 di Nagaragawa International Regatta Course, Kaizu, Gifu, Jepang, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, Gelombang pencoretan cabang olahraga (cabor) unggulan Indonesia di ajang SEA Games 2027 Malaysia kian mengkhawatirkan.

Setelah sebelumnya panjat tebing dan voli pantai dipastikan absen dari daftar kompetisi, kini giliran cabor dayung yang resmi ditendang oleh Southeast Asian Games Federation (SEAGF).

Keputusan pahit ini diambil dalam sidang SEAGF pada 30 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand, yang mengesahkan 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan untuk SEA Games edisi ke-34 pada 18–29 September 2027 mendatang.

Total ada delapan cabor yang dicoret oleh tuan rumah Malaysia, meliputi dayung (rowing, canoeing, dan traditional boat race), gulat, kickboxing, jujitsu, surfing, catur, serta bola tangan.

Baca Juga: Lagi-Lagi Lumbung Medali Indonesia Dicoret! Voli Pantai Resmi Tak Dipertandingkan di SEA Games Malaysia 2027

Hilangnya cabor dayung, panjat tebing, dan voli pantai secara beruntun menjadi pukulan telak yang mengancam target Kontingen Indonesia untuk bertengger di posisi dua besar Asia Tenggara.

Lumbung Emas Merah Putih Terancam di SEA Games Malaysia 2027

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas keputusan SEAGF dan Panitia Penyelenggara SEA Games Malaysia (OCM).

Bagi Indonesia, dayung bukan sekadar cabor partisipan, melainkan sang juara umum bertahan yang selalu menjadi penyumbang emas terbanyak.

Pencoretan ini tidak hanya merugikan Indonesia, tetapi juga negara-negara ASEAN lain yang serius membina atlet menuju Olimpiade, seperti Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina.

Padahal, cabor dayung memiliki 31 nomor resmi Olimpiade (15 nomor rowing dan 16 nomor canoeing).

PB PODSI mengungkapkan bahwa keputusan Malaysia melanggar komitmen bersama. Pada 31 Mei 2024, tiga NOC tuan rumah (Thailand 2025, Malaysia 2027, dan Singapura 2029) sebenarnya telah menyepakati daftar cabor wajib. Namun, Malaysia memilih mengingkari kesepakatan tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.