Akurat Logo

Trump Kembali Melontarkan Ancaman ke Iran: Pada Titik Tertentu, Kita Harus Hantam Mereka dengan Keras

Fitra Iskandar | 2 November 2026, 16:29 WIB
Trump Kembali Melontarkan Ancaman ke Iran: Pada Titik Tertentu, Kita Harus Hantam Mereka dengan Keras
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/Artur Widak

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tindakan militer terhadap Iran pada hari Minggu. Ia menyatakan bahwa Washington mungkin harus "menghantam mereka dengan keras,". Padahal di saat yang sama, upaya diplomatik masih terus dilakukan AS dengan Iran.

"Satu-satunya alasan mengapa saya belum selesai dengan Iran adalah karena saya ingin bersikap baik. Saya ingin mencoba menyelamatkan semua nyawa itu jika bisa," ujar Trump kepada para pendukungnya dalam sebuah rapat umum di Iowa.

"Namun, pada titik tertentu, kita harus menghantam mereka dengan keras," tambahnya.

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada wartawan bahwa AS masih memiliki satu atau dua target lagi untuk diserang di Iran, yang mengisyaratkan bahwa tindakan militer lanjutan mungkin akan segera terjadi.

Ia secara khusus menyebut "Pickaxe Mountain"—sebuah lokasi yang dicurigai sebagai fasilitas nuklir bawah tanah—di provinsi Isfahan.

Pernyataan terbarunya ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai negosiasi yang bertujuan mencegah serangan baru dari AS dan Israel terhadap Iran, menyusul pecahnya konflik pada 28 Februari.

Media AS melaporkan bahwa pada hari Sabtu, Trump sempat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai pembicaraan dengan Teheran serta kemungkinan eskalasi militer lebih lanjut.

Menurut Axios, Netanyahu mendesak agar serangan segera dilakukan setelah pemilihan paruh waktu AS pada hari Selasa, sementara Trump lebih memilih untuk memberikan lebih banyak waktu bagi upaya diplomasi.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.