Akurat Logo

Ampas Kopi Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Pertamina Dampingi Usaha Rumah Berdaya

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 2 November 2026, 17:21 WIB
Ampas Kopi Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Pertamina Dampingi Usaha Rumah Berdaya
Rumah Berdaya melibatkan penyintas skizofrenia dalam produksi dupa berbahan ampas kopi. Usaha ini menggabungkan pengolahan limbah dan pemberdayaan ekonomi. - dok. Rumah Berdaya

AKURAT.CO Rumah Berdaya di Denpasar, Bali, mengembangkan produk dupa berbahan ampas kopi dengan harga jual Rp15.000 per bungkus. Inovasi ini menjadi upaya meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus membuka kegiatan usaha produktif bagi penyintas skizofrenia.

Dukungan terhadap kegiatan Rumah Berdaya, juga datang dari PT Pertamina dengan memberikan bantuan peralatan dan pelatihan, yang menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi kelompok rentan untuk lebih mandiri.

Pengembangan produk ini menjadi salah satu contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diperkenalkan dalam rangkaian The 9th ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) Conference and Exhibition 2026 di Bali.

Baca Juga: Cek Harga BBM Pertamina November 2026: Pertalite, Pertamax hingga Dexlite

Rumah Berdaya memanfaatkan ampas kopi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah untuk diolah menjadi produk bernilai jual.

Merespon hal tersebut, Koordinator Rumah Berdaya, I Nyoman Sudiasa menjelaskan, pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan baku dupa mulai dikembangkan pada 2023.

Sebelumnya, kelompok tersebut menggunakan serbuk yang dibeli dari pasaran. Inovasi ini berkembang setelah Rumah Berdaya memperoleh dukungan peralatan dan pelatihan dari Pertamina sejak 2022.

Baca Juga: Pertamina SMEXPO 2026 Catat Transaksi Rp3,8 Miliar, UMKM Dibidik Tembus Pasar Global

“Awalnya kami menggunakan serbuk yang ada di pasaran. Kemudian, kami mencoba memanfaatkan ampas kopi untuk bahan dupa dan ternyata berhasil,” kata Sudiasa, Senin (2/11/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.