BPS: Impor RI Melonjak 19,67 Persen, Bahan Baku Jadi Pembelian Terbesar

AKURAT.CO Nilai impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 meningkat hampir 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor yang tercatat sebesar 5,58%, meskipun neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus USD10,61 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mencatat, nilai impor Indonesia mencapai USD210,63 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas maupun migas.
"Impor nonmigas naik 16,92% menjadi US$178,06 miliar, sedangkan impor migas meningkat 37,35% menjadi US$32,57 miliar," demikian data BPS yang disampaikan Ateng di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor, kenaikan impor menunjukkan perbedaan laju yang cukup besar. Sepanjang Januari-September 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD221,23 miliar atau tumbuh 5,58% secara tahunan.
Dengan demikian, nilai ekspor Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan impor. Namun, selisih nilai keduanya relatif terbatas jika dibandingkan dengan besarnya pertumbuhan impor dalam periode tersebut.
Impor Bahan Baku Capai USD150,57 Miliar
Berdasarkan golongan penggunaan barang, tambah Ateng, impor Indonesia masih didominasi bahan baku dan barang penolong. Nilainya mencapai USD150,57 miliar sepanjang Januari-September 2026.
Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD41,55 miliar. Adapun impor barang konsumsi mencapai USD18,51 miliar.
Baca Juga: BPS: Neraca Dagang RI Surplus USD7,25 Miliar
"Adapun dari sisi negara asal, China masih menjadi pemasok utama barang nonmigas ke Indonesia. Kami mencatat nilai impor nonmigas dari China mencapai USD76,16 miliar atau setara 42,77% dari total impor nonmigas Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Jepang dengan nilai USD10,04 miliar atau 5,64%, serta Australia sebesar USD8,07 miliar atau 4,53%," paparnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia









