Akurat Logo

BPS: Impor RI Melonjak 19,67 Persen, Bahan Baku Jadi Pembelian Terbesar

Andi Syafriadi | 2 November 2026, 17:03 WIB
BPS: Impor RI Melonjak 19,67 Persen, Bahan Baku Jadi Pembelian Terbesar
ilustrasi Ekspor dan Impor

AKURAT.CO Nilai impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 meningkat hampir 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor yang tercatat sebesar 5,58%, meskipun neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus USD10,61 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mencatat, nilai impor Indonesia mencapai USD210,63 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas maupun migas.

"Impor nonmigas naik 16,92% menjadi US$178,06 miliar, sedangkan impor migas meningkat 37,35% menjadi US$32,57 miliar," demikian data BPS yang disampaikan Ateng di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Perbaiki Kebijakan Ekonomi, Kementerian Lembaga dan BPS Petakan Aktivitas Ekonomi yang Belum Tercatat

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor, kenaikan impor menunjukkan perbedaan laju yang cukup besar. Sepanjang Januari-September 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD221,23 miliar atau tumbuh 5,58% secara tahunan.

Dengan demikian, nilai ekspor Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan impor. Namun, selisih nilai keduanya relatif terbatas jika dibandingkan dengan besarnya pertumbuhan impor dalam periode tersebut.

Impor Bahan Baku Capai USD150,57 Miliar

Berdasarkan golongan penggunaan barang, tambah Ateng, impor Indonesia masih didominasi bahan baku dan barang penolong. Nilainya mencapai USD150,57 miliar sepanjang Januari-September 2026.

Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD41,55 miliar. Adapun impor barang konsumsi mencapai USD18,51 miliar.

Baca Juga: BPS: Neraca Dagang RI Surplus USD7,25 Miliar

"Adapun dari sisi negara asal, China masih menjadi pemasok utama barang nonmigas ke Indonesia. Kami mencatat nilai impor nonmigas dari China mencapai USD76,16 miliar atau setara 42,77% dari total impor nonmigas Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Jepang dengan nilai USD10,04 miliar atau 5,64%, serta Australia sebesar USD8,07 miliar atau 4,53%," paparnya kembali.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.