Militer Inggris Laporkan Kapal terbakar di Selat Hormuz

AKURAT.CO Sebuah kapal dilaporkan terbakar di Selat Hormuz, dekat pesisir Oman, pada Senin dini hari. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) mengonfirmasi menerima laporan mengenai kebakaran kapal tersebut. Namun hingga kini, penyebab insiden masih belum diketahui.
Peristiwa itu terjadi ketika ketegangan militer di kawasan Teluk terus meningkat akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Selat Hormuz Kian Berbahaya
Militer Amerika Serikat sebelumnya telah mengimbau kapal-kapal dagang untuk menggunakan jalur pelayaran yang lebih dekat ke wilayah Oman saat melintasi Selat Hormuz.
Namun, Iran disebut tetap melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal yang melintas. Tehran menegaskan ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis yang pada masa damai dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia.
Akibat meningkatnya eskalasi, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan signifikan dan banyak kapal memilih menunda perjalanan.
AS Lanjutkan Serangan ke Iran
Di saat yang sama, militer Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah wilayah Iran pada Senin dini hari.
Operasi tersebut dilakukan setelah Washington mengumumkan tewasnya seorang personel militer AS dalam insiden yang berkaitan dengan konflik terbaru. Sementara itu, Iran dilaporkan menembakkan rudal ke arah Yordania, yang dikhawatirkan dapat memperluas konflik ke kawasan sekitarnya, termasuk Israel.
Konflik antara kedua negara terus meningkat setelah kesepakatan sementara yang sebelumnya dimediasi untuk menghentikan pertempuran gagal dipertahankan.
Infrastruktur Sipil Ikut Jadi Sasaran
Dalam pekan kedua konflik, kedua belah pihak dilaporkan semakin sering menyerang infrastruktur penting.
Amerika Serikat disebut menargetkan jembatan dan fasilitas kelistrikan di Iran, sementara Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Militer AS juga menyatakan seorang tentaranya tewas di Irak pada Sabtu saat melakukan proses peledakan terkendali terhadap drone Iran yang berhasil dijatuhkan.
Selain itu, militer AS masih menyelidiki identitas jenazah yang ditemukan setelah serangan sebelumnya. Sejak konflik terbaru pecah, sebanyak 17 personel militer Amerika dilaporkan telah tewas.
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi energi global. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








