Akurat Logo

BNPT Bersama Pemprov Sumbar Perkuat Peran Guru Antisipasi Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah

Wahyu SK | 5 November 2026, 22:26 WIB
BNPT Bersama Pemprov Sumbar Perkuat Peran Guru Antisipasi Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah
BNPT bersinergi dengan Pemprov Sumatera Barat dan tenaga pendidik untuk membangun ketahanan di lingkungan sekolah. - Foto: BNPT

AKURAT.CO Lingkungan pendidikan tidak hanya menghadapi tantangan dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu melindungi peserta didik dari paparan intoleransi, radikalisme, dan konten kekerasan.

Menyikapi persoalan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan tenaga pendidik untuk membangun ketahanan di lingkungan sekolah.

Komitmen bersama itu ditandai dengan deklarasi sinergi yang melibatkan pakar dan tenaga pendidik di Ballroom Hotel Mercure, Kota Padang, Kamis (5/11/2026).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan. Sekaligus meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi potensi intoleransi, radikalisme, terorisme, dan berbagai bentuk kekerasan yang melibatkan generasi muda.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Barat, Mursalim, AP, M.Si., menyoroti fenomena meningkatnya True Crime Community (TCC) di kalangan anak-anak dan generasi muda. Fenomena tersebut dinilai berkaitan dengan ketertarikan terhadap konten yang mengandung unsur kekerasan dan anarkisme.

Baca Juga: Cegah Radikalisme dan Kekerasan Remaja, Kuncinya Fondasi Keluarga Serta Edukasi Berkesinambungan

Menurut Mursalim, anak-anak yang terpapar pemahaman tersebut tidak semestinya langsung mendapatkan stigma negatif. Sebaliknya, mereka perlu memperoleh pendampingan, agar dapat kembali menjalani kehidupan secara wajar sesuai dengan tahap perkembangan usianya.

"Para pelaku sebaiknya tidak diberikan stigma berlebihan tapi harus dibimbing untuk kembali bisa hidup selayaknya anak-anak seumurannya. Kesbangpol Sumbar dengan jajarannya pun telah melakukan mitigasi dan pendampingan pada anak-anak yang terpapar pemahaman TCC," jelasnya.

Plt. Direktur Kontra Radikalisasi BNPT, Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono, mengatakan, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan semakin kompleks dalam upaya penanggulangan kekerasan, intoleransi, radikalisme, hingga terorisme.

Arus informasi yang semakin terbuka membuat paparan konten berbahaya dapat menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak di lingkungan pendidikan.

"Ancaman kekerasan bisa saja muncul di tempat yang kita anggap aman, bahkan di tempat seperti sekolah yang dianggap sebagai tempat yang lazim untuk menimba ilmu dan membentuk karakter," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK