Akurat Logo

Yolla Yuliana Ikuti Kursus Pelatih FIVB, Ancang-Ancang Sebelum Gantung Sepatu?

Dian Eko Prasetio | 14 Oktober 2026, 19:10 WIB
Yolla Yuliana Ikuti Kursus Pelatih FIVB, Ancang-Ancang Sebelum Gantung Sepatu?
Atlet voli Indonesia, Yolla Yuliana, semasa bermain di kompetisi Jepang medio 2024. X/yu_ji50

AKURAT.CO, Bintang voli putri Tanah Air, Yolla Yuliana, membuat kejutan dengan ikut serta dalam kursus kepelatihan internasional yang digelar oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).

Langkah ini disinyalir sebagai bentuk ancang-ancang dan bekal masa depan sang middle blocker sebelum mengakhiri kariernya sebagai pemain profesional.

Pelatihan bertajuk FIVB Coaches Course Level I tersebut berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 10–14 Oktober 2026.

Yolla Yuliana tak sendirian. Tiga pevoli putri kawakan Indonesia lainnya, yakni Agustin Wulandhari, Nandita Ayu Salsabila, dan Amalia Fajrina Nabila, juga turut ambil bagian di antara 40 peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Vietnam, Iran, India, hingga Indonesia.

Baca Juga: Mundur Dari Timnas Voli Indonesia Putri, Yolla Yuliana Ingin Beri Kesempatan Pemain Muda

Mengenai keikutsertaannya dalam lisensi kepelatihan ini, Yolla Yuliana mengaku ingin memperluas wawasan dan pengalaman di bidang taktis. Kendati mulai menimba ilmu kepelatihan, pemain yang sarat pengalaman di kancah nasional dan internasional itu menegaskan belum memutuskan untuk waktu dekat gantung sepatu.

Disuntik Materi Pelatih Modern oleh Instruktur Asal Jerman

Kursus Level I ini dipandu langsung oleh instruktur senior asal Jerman, Christian Kruger. Dalam pelatihan intensif lima hari tersebut, Kruger menekankan pentingnya bagi seorang pelatih modern untuk menguasai keterampilan dasar, koordinasi tim, pemahaman taktik pertandingan, serta regulasi bola voli terkini.

Para peserta disuguhi materi teori dan praktik komprehensif, mulai dari metode ball school, teknik umpan (setting), variasi serangan open spike dan quick spike, hingga skema pertahanan dan benteng blok.

Kruger mengapresiasi tinggi semangat para pevoli Indonesia yang mulai memikirkan regenerasi dan masa depan pembinaan bola voli di Tanah Air.

"Selain fasilitas di Sentul yang sangat memadai, lingkungan pelatihannya nyaman. Pelatih modern memang dituntut terus mengembangkan kemampuan seiring perubahan regulasi dan perkembangan pola permainan bola voli," ujar Kruger.

Rangkaian kursus Level I yang resmi berakhir pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi pijakan awal bagi Yolla dan kawan-kawan. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, program akan berlanjut ke tingkatan yang lebih tinggi, yakni kursus FIVB Level II pada 17–21 Oktober 2026 mendatang.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.