Yolla Yuliana Ikuti Kursus Pelatih FIVB, Ancang-Ancang Sebelum Gantung Sepatu?

AKURAT.CO, Bintang voli putri Tanah Air, Yolla Yuliana, membuat kejutan dengan ikut serta dalam kursus kepelatihan internasional yang digelar oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).
Langkah ini disinyalir sebagai bentuk ancang-ancang dan bekal masa depan sang middle blocker sebelum mengakhiri kariernya sebagai pemain profesional.
Pelatihan bertajuk FIVB Coaches Course Level I tersebut berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 10–14 Oktober 2026.
Yolla Yuliana tak sendirian. Tiga pevoli putri kawakan Indonesia lainnya, yakni Agustin Wulandhari, Nandita Ayu Salsabila, dan Amalia Fajrina Nabila, juga turut ambil bagian di antara 40 peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Vietnam, Iran, India, hingga Indonesia.
Baca Juga: Mundur Dari Timnas Voli Indonesia Putri, Yolla Yuliana Ingin Beri Kesempatan Pemain Muda
Mengenai keikutsertaannya dalam lisensi kepelatihan ini, Yolla Yuliana mengaku ingin memperluas wawasan dan pengalaman di bidang taktis. Kendati mulai menimba ilmu kepelatihan, pemain yang sarat pengalaman di kancah nasional dan internasional itu menegaskan belum memutuskan untuk waktu dekat gantung sepatu.
Disuntik Materi Pelatih Modern oleh Instruktur Asal Jerman
Kursus Level I ini dipandu langsung oleh instruktur senior asal Jerman, Christian Kruger. Dalam pelatihan intensif lima hari tersebut, Kruger menekankan pentingnya bagi seorang pelatih modern untuk menguasai keterampilan dasar, koordinasi tim, pemahaman taktik pertandingan, serta regulasi bola voli terkini.
Para peserta disuguhi materi teori dan praktik komprehensif, mulai dari metode ball school, teknik umpan (setting), variasi serangan open spike dan quick spike, hingga skema pertahanan dan benteng blok.
Kruger mengapresiasi tinggi semangat para pevoli Indonesia yang mulai memikirkan regenerasi dan masa depan pembinaan bola voli di Tanah Air.
"Selain fasilitas di Sentul yang sangat memadai, lingkungan pelatihannya nyaman. Pelatih modern memang dituntut terus mengembangkan kemampuan seiring perubahan regulasi dan perkembangan pola permainan bola voli," ujar Kruger.
Rangkaian kursus Level I yang resmi berakhir pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi pijakan awal bagi Yolla dan kawan-kawan. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, program akan berlanjut ke tingkatan yang lebih tinggi, yakni kursus FIVB Level II pada 17–21 Oktober 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi






