Akurat Logo

Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas

Moehamad Dheny Permana | 11 Oktober 2026, 15:45 WIB
Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
Ilustrasi kontak tembak antara personel gabungan TNI dan kelompok bersenjata (KKB),

AKURAT.CO Kontak tembak antara personel gabungan TNI dan kelompok bersenjata (KKB) terjadi di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Dalam insiden tersebut, tiga orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan tewas.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan, kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan operasi pengamanan wilayah.

Berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dari tiga orang yang tewas, satu di antaranya telah diidentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, satu orang dari tiga korban telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya,” ujar Riyanto, Minggu (11/10/2026).

Dua korban lainnya disebut bernama Yesias Fatem dan Antonius Assem alias Anton Fatem.

Namun, aparat masih melakukan verifikasi untuk memastikan identitas serta dugaan keterlibatan keduanya dalam struktur kelompok bersenjata tersebut.

Dalam operasi itu, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain senjata api jenis AK-101, munisi berbagai kaliber, telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, serta dokumen yang berkaitan dengan OPM.

Aparat masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.

Riyanto menegaskan, operasi pengamanan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.

Selain operasi keamanan, TNI juga mengedepankan pembinaan teritorial, dialog, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga: Banjir Padang Bikin Ratusan Warga Mengungsi, Ini Kondisi Terbarunya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.