Akurat Logo

PLTN Solusi Efektif Zero Emission, Antara Ambisi Transisi Energi dan Perlindungan Masyarakat

Saeful Anwar | 14 Oktober 2026, 20:29 WIB
PLTN Solusi Efektif Zero Emission, Antara Ambisi Transisi Energi dan Perlindungan Masyarakat
Walhi menggelar Economic Frontline bersama BRIN dan DEN membahas PLTN dalam upaya mempercepat transisi energi dan memenuhi kebutuhan listrik nasional, Rabu (14/10/2026). - Foto: Walhi

AKURAT.CO Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dikaji serius dalam upaya mempercepat transisi energi dan memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Di tengah tuntutan penurunan emisi karbon, energi nuklir berpotensi menjadi salah satu sumber listrik rendah karbon yang dapat mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Namun, pembangunan PLTN tidak cukup hanya didasarkan pada kebutuhan energi dan ambisi mencapai target emisi nol bersih. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap tahapan perencanaan hingga operasional berjalan dengan standar keselamatan tinggi, kajian ilmiah yang komprehensif, serta perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhitungkan. Risiko gempa bumi, tsunami, serta karakteristik geologi setiap wilayah menuntut kajian tapak yang ketat dan transparan sebelum keputusan pembangunan diambil.

Ketua Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Akbar, menilai kesiapan Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir masih perlu diperkuat, terutama dari sisi riset, regulasi, dan keterbukaan informasi mengenai kelayakan lokasi pembangunan.

Menurutnya, dokumen kajian tapak dan berbagai penelitian yang telah disusun pemerintah perlu dipastikan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan, risiko bencana, serta pengelolaan limbah radioaktif.

"Banyak indikator yang masih kurang, basis riset hingga kebijakan legislasi, dalam hal ini negaralah yang paling tidak siap mempersiapkan diri sebagai negara nuklir," kata Akbar, dalam forum Economic Frontline bersama BRIN dan DEN, di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan PLTN membutuhkan kesiapan kelembagaan dan sistem pengawasan yang kuat. Pengalaman kecelakaan nuklir Fukushima di Jepang juga menunjukkan pentingnya perencanaan keselamatan berlapis, mitigasi bencana, serta kesiapan menghadapi situasi darurat.

Dengan demikian, tantangan Indonesia bukan semata-mata menentukan apakah energi nuklir layak dikembangkan, melainkan bagaimana memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Indonesia.

Selain aspek teknis, keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar calon lokasi pembangunan juga menjadi perhatian penting.

Baca Juga: MIT Kembangkan PLTN yang Bisa Beroperasi Lebih Mandiri, Teknologi Tak Andalkan AI

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
W
Editor
Wahyu SK