Akurat Logo

Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!

Dian Eko Prasetio | 13 Oktober 2026, 14:25 WIB
Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, saat bersiap sebelum Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). ANTARA/Fikri Yusuf.

AKURAT.CO, Keberhasilan pabrikan Aprilia mencatatkan rekor historis menguasai finis empat besar pada balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (11/10/2026), seharusnya menjadi momen perayaan puncak.

Di tengah persaingan ketat MotoGP 2026, dominasi empat pembalap penunggang RS-GP26-Marco Bezzecchi (P1), Raul Fernandez (P2), Jorge Martin (P3), dan Ai Ogura (P4)-di MotoGP Indonesia merupakan capaian luar biasa sejak kembalinya pabrikan asal Noale tersebut ke kelas utama pada 2015.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, akhir pekan di Lombok justru menjadi gambaran dari peluang emas yang terbuang sia-sia bagi Aprilia. Sekaligus melahirkan tanda tanya besar terkait strategi perburuan gelar juara dunia mereka.

Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marco Bezzecchi Juara, Aprilia 'Meraja' di Mandalika

Mandalika Skenario Terburuk, Marc Marquez Justru Diuntungkan

Secara performa murni, Aprilia RS-GP26 adalah motor tercepat di Mandalika sepanjang akhir pekan. Kemenangan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) pada sesi Sprint Race MotoGP Indonesia lebih dipengaruhi oleh situasi tak terduga ketimbang keunggulan kecepatan murni Ducati Desmosedici.

Bagi Marc Marquez, Mandalika secara historis adalah lintasan yang paling tidak bersahabat. Sebelum edisi 2026, The Baby Alien tak pernah sanggup menyentuh garis finis pada balapan utama di Lombok, bahkan dua kali menderita cedera parah.

Ditambah lagi, karakter karkas ban khusus Michelin untuk Mandalika dikenal kurang cocok dengan karakter Ducati.

Namun, Marquez berhasil melewati 'ujian bertahan hidup' tersebut dengan sangat cerdik. Meski sempat merebut puncak klasemen usai memenangi Sprint Race, Marquez menyudahi akhir pekan Mandalika dengan hanya tertinggal dua poin dari Jorge Martin di klasemen sementara.

"Pada hari Kamis, jika Anda memberi tahu saya bahwa sepanjang akhir pekan ini saya hanya akan kehilangan tiga poin dari Bezzecchi dan menyamai poin Martin, itu adalah mimpi," kata Marquez.

"Kami meraihnya di sirkuit terburuk bagi kami. Di balapan utama kami memang cukup kesulitan, terutama di paruh kedua. Tapi saya sangat senang dengan bagaimana akhir pekan ini berakhir."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.