Kronologi Lengkap! Sempat Menghilang Saat Mudik, Mahasiswa UGM Ditemukan Tewas di Selokan Magetan!

AKURAT.CO Kronologi mahasiswa UGM ditemukan tewas di selokan Magetan, usai dinyatakan menghilang sejak 25 Maret 2025 saat perjalanan mudik.
Sebelumnya, mahasiswa UGM beranama Sheila Amelia Christianti, sempat dilaporkan hilang dalam perjalanan mudik dengan sepeda motor ke Madiun dan viral di media sosial pada 27 Maret 2025.
Sheila Amelia Christianti dilaporkan hilang 19 hari lalu, dan ditemukan tewas oleh warga karena kecelakaan tunggal di daerah Lawu Green Forest, Magetan, pada 12 April 2025 lalu.
Baca Juga: Tren Belanja Barang Viral dan Fenomena Bandwagon Effect
Dikutip dari laman resmi UGM, Senin (14/4/2025), kabar duka ini memberikan luka mendalam bagi keluarga besar Universitas Gadjah Mada terhadap kejadiaan naas yang menimpa Sheila.
Kronologi tragisnya mahasiswa UGM ditemukan tewas di selokan Magetan, berawal dari warga yang menemukan jasad Sheila secara tidak sengaja di dalam parit.
Warga yang hendak menolong korban kecelakaan di lokasi yang tak jauh dari sana, kemudian mengecek sebuah sepeda motor yang terlihat dalam keadaan terbalik.
Setelah dicek lebih dekat, ternyata warga menemukan jasad di bawah sebuah sepeda motor dalam kondisi tubuh tertimpa.
Kapolsek Plaosan AKP, Joko Yuhono, menjelaskan jasad ditemukan dalam parit sedalam 77 cm dengan lebar sekitar 60 cm.
“Setelah dicek mendetail ada seorang di bawah sepeda motor tersebut dengan kondisi kemungkinan sudah meninggal,” ucapnya.
Warga yang menemukan jasad tersebut segera melaporkannya ke Polsek Plaosan.
Tak lama setelahnya, petugas datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jenazah.
Menurut penjelasan Joko, barang-barang pribadi milik korban, termasuk helm, masih berada pada tubuhnya saat jasad ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan bekas pengereman di aspal yang mengarah ke titik jatuhnya motor dan korban. Dugaan sementara, korban mengendarai sepeda motornya dari arah Jawa Tengah dan tidak mampu mengendalikan laju kendaraan di jalur menurun,” katanya.
Sementara dari laporan hasil pemeriksaan tim medis menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga kuat bahwa korban meninggal akibat kecelakaan tunggal setelah menabrak rambu lalu lintas dan terjatuh ke dalam parit.
Saat jenazah korban ditemukan oleh warga, sepeda motor yang mereka lihat berwarna hitam dengan nomor polisi AE 3413 CA sudah terjatuh ke dalam parit dan terbalik, berada di atas tubuh korban dalam parit.
Mahasiswa UGM yang ditemukan tewas di selokan Magetan, diduga mengalami kecelakaan tunggal dan ada tanda-tanda di sekitar lokasi yang merujuk pada kejadian kecelakaan tunggal.
Sheila diduga menabrak rambu jalan dan terjatuh ke dalam parit.
Jalur Solo-Magetan yang melewati Sarangan dikenal dengan kondisi jalan yang memiliki tanjakan, turunan, dan belokan tajam, karena melintasi lembah Gunung Lawu.
Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan pada Minggu, 13 April 2025.
Itulah kronologi lengkap kabar duka mahasiswa UGM yang ditemukan tewas di selokan Magetan, usai dilaporkan menghilang selama kurang lebih tiga minggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana






