Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya

AKURAT.CO Isu Thailand ingin berantas ikan nila hitam tengah mulai menjadi perbincangan masyarakat.
Kabarnya, Thailand berupaya mengendalikan penyebaran ikan nila dagu hitam (blackchin tilapia) karena ikan tersebut dianggap sebagai spesies invasif.
Keberadaannya dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memberikan dampak terhadap sektor perikanan.
Isu mengenai ikan ini kembali menjadi perhatian pada September 2026 setelah Pengadilan Administratif Pusat Thailand memerintahkan otoritas terkait untuk mengambil langkah pengendalian terhadap penyebaran ikan nila dagu hitam.
Baca Juga: Kenapa Ikan Nila Dagu Hitam Sulit Dikendalikan? Ini Kemampuan yang Jadi Sorotan
Kenapa Thailand Ingin Memberantas Ikan Nila Hitam?
1. Bukan Spesies Asli Thailand
Ikan nila dagu hitam bukan berasal dari Thailand. Spesies ini berasal dari Afrika Barat. Keberadaannya di Thailand mulai dilaporkan sejak awal 2010-an dan kemudian penyebarannya ditemukan di berbagai wilayah.
Karena berada di luar habitat aslinya, ikan tersebut dapat menjadi ancaman bagi ekosistem lokal jika populasinya terus bertambah.
2. Cepat Berkembang Biak
Salah satu alasan ikan nila dagu hitam sulit dikendalikan adalah kemampuannya untuk berkembang biak dengan cepat. Ikan ini juga dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
Blackchin tilapia mampu hidup di wilayah perairan dengan kadar garam tertentu, termasuk lingkungan air payau. Kemampuan beradaptasi tersebut membuat ikan ini lebih mudah bertahan dan menyebar ke wilayah baru.
3. Berpotensi Mengganggu Ikan Lokal
Sebagai spesies invasif, ikan nila dagu hitam dapat bersaing dengan ikan asli untuk mendapatkan makanan dan tempat hidup.
Jika populasinya semakin besar, persaingan tersebut dapat memberikan tekanan terhadap ikan lokal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Baca Juga: Pabrik Grease Shell di Marunda Beroperasi, Kemenperin Bidik Substitusi Impor
4. Berdampak pada Nelayan dan Pembudidaya
Penyebaran ikan nila dagu hitam juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kegiatan perikanan. Keberadaannya dilaporkan dapat mengganggu tambak udang dan usaha budidaya ikan.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak kepada nelayan maupun pembudidaya yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
5. Sudah Menyebar ke Banyak Wilayah
Masalah ikan nila dagu hitam di Thailand bukan hanya terjadi di satu daerah. Penyebarannya telah ditemukan di berbagai wilayah sehingga upaya pengendaliannya menjadi semakin kompleks.
Semakin luas wilayah yang dihuni ikan tersebut, semakin sulit pula pemerintah membatasi pertumbuhan populasinya.
Karena itu, Thailand melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penyebaran dan dampaknya terhadap lingkungan serta sektor perikanan.
FAQ
1. Apa itu ikan nila dagu hitam?
Ikan nila dagu hitam atau blackchin tilapia merupakan spesies ikan yang berasal dari Afrika Barat. Di Thailand, ikan ini dianggap sebagai spesies invasif karena dapat menyebar dan berkembang di luar habitat aslinya.
2. Kenapa Thailand ingin memberantas ikan nila dagu hitam?
Thailand berupaya mengendalikan ikan nila dagu hitam karena populasinya dapat berkembang dengan cepat, mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi perairan, serta berpotensi mengganggu ikan lokal dan sektor perikanan.
3. Apakah ikan nila dagu hitam berasal dari Thailand?
Tidak. Ikan nila dagu hitam bukan spesies asli Thailand. Ikan tersebut berasal dari Afrika Barat dan kemudian ditemukan menyebar di sejumlah wilayah Thailand.
4. Apa dampak ikan nila dagu hitam terhadap ikan lokal?
Ikan nila dagu hitam dapat bersaing dengan ikan lokal dalam memperoleh makanan dan habitat. Jika populasinya tidak terkendali, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap spesies asli dan ekosistem perairan.
5. Apakah ikan nila dagu hitam bisa hidup di air payau?
Ya. Ikan ini memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan dengan kadar garam tertentu sehingga dapat bertahan di wilayah perairan payau. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penyebarannya lebih sulit dikendalikan.
Kesimpulan
Ikan nila dagu hitam atau blackchin tilapia menjadi persoalan lingkungan di Thailand karena merupakan spesies yang bukan berasal dari negara tersebut dan telah menyebar ke berbagai wilayah.
Kemampuannya untuk berkembang biak serta beradaptasi dengan kondisi perairan membuat pengendalian populasinya menjadi tantangan.
Penyebaran ikan ini juga dikhawatirkan dapat mengganggu ikan lokal karena terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan dan habitat.
Selain masalah ekosistem, keberadaannya juga dikaitkan dengan dampak terhadap nelayan, tambak udang, dan usaha budidaya ikan.
Karena alasan tersebut, Thailand melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan penyebaran ikan nila dagu hitam agar dampaknya terhadap lingkungan dan sektor perikanan dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






