Eco Printing Jadi Sarana Edukasi Ekonomi Kreatif di SDN Perumnas Suradita

AKURAT.CO Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cisauk 17 dari Universitas Budi Luhur menggelar program eco printing bersama siswa kelas 5 SDN Perumnas Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 ini tidak hanya sekadar praktik seni, akan tetapi juga memperkenalkan keterampilan kreatif yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Eco printing merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Selain ramah lingkungan, teknik ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual, seperti tote bag, syal, atau kain hias.
Baca Juga: Berdayakan Masyarakat Pascabencana Lewat Sektor Ekonomi Kreatif
Koordinator KKN Cisauk 17, Muhammad Haekal Khadafi menjelaskan, program ini dirancang untuk menggabungkan edukasi lingkungan dengan penguatan kreativitas siswa.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. Selain mengenal konsep keberlanjutan, siswa juga bisa melihat bahwa karya kreatif berbasis alam memiliki potensi ekonomi,” ujarnya.
Dalam praktiknya, lanjut Haekal, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator sedangkan para siswa menyusun daun dan bunga di atas kain, kemudian memprosesnya dengan teknik pemukulan menggunakan palu kayu agar pigmen alami berpindah ke permukaan kain.
"Sehingga menghasilkan motif unik dengan warna alami yang berbeda pada setiap karya," tambahnya.
Senada dengan Haekal, Kepala Sekolah SDN Perumnas Suradita, Harun menyambut positif kegiatan tersebut.
Menurut Harun, pembelajaran berbasis praktik seperti eco printing mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus membuka wawasan siswa tentang peluang usaha bisnis yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Dinilai Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Alasan dan Datanya
"Tentunya program ini juga sejalan dengan tren ekonomi kreatif yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dan prinsip keberlanjutan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mulai mengenal konsep kewirausahaan sejak dini," paparnya.
Oleh karena itu, Harun menilai kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah diharapkan dapat terus berlanjut melalui program pemberdayaan lain yang mendorong lahirnya generasi kreatif dan berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 8Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








