Kabut Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Ini 7 Cara Melindungi Kesehatan!

AKURAT.CO Ketahui cara melindungi kesehatan dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak buruk bagi organ pernapasan.
Asap yang terhirup bisa menyebabkan mata perih, tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, hingga sesak napas.
Jika terpapar dalam waktu lama atau berulang kali, kabut asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara melindungi diri, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.
Berikut tujuh cara melindungi kesehatan dari kabut asap karhutla yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Komisi III DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Target Disahkan 15 Desember
7 Cara Melindungi Kesehatan dari Kabut Asap Karhutla
1. Gunakan Masker yang Tepat
Menggunakan masker merupakan salah satu cara untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari kabut asap. Pilih masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94 yang sesuai dengan ukuran wajah dan dapat menutup hidung serta mulut dengan rapat.
Masker tersebut dapat membantu menyaring partikel halus yang terkandung dalam asap. Sebaliknya, masker kain dan masker bedah biasa umumnya tidak memberikan perlindungan yang setara terhadap partikel halus.
2. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Ketika kabut asap semakin pekat, sebaiknya kurangi kegiatan di luar rumah, terutama aktivitas fisik yang berat seperti berlari, bersepeda, dan berolahraga.
Saat melakukan aktivitas berat, tubuh akan bernapas lebih cepat sehingga jumlah partikel asap yang terhirup bisa meningkat. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan usahakan tidak terlalu lama berada di luar ruangan.
Sebelum beraktivitas, periksa informasi kualitas udara di wilayah tempat tinggal agar dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi lingkungan.
Baca Juga: 28 Oktober 2026 Hari Sumpah Pemuda, Anak Sekolah Libur atau Tetap Masuk?
3. Tutup Pintu dan Jendela Rumah
Asap dari luar ruangan dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu, jendela, dan celah ventilasi. Untuk mengurangi paparan, tutup jendela dan pintu ketika udara di luar sedang tercemar.
Periksa juga celah yang memungkinkan asap masuk dan gunakan penyekat jika diperlukan. Dengan begitu, jumlah partikel asap yang masuk ke dalam rumah dapat dikurangi.
Namun, pastikan rumah tetap memiliki sirkulasi udara yang aman, terutama jika menggunakan kompor atau peralatan lain yang menghasilkan asap. Buka kembali jendela ketika kondisi udara luar sudah membaik.
4. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA
Jika memungkinkan, gunakan alat pembersih udara atau air purifier yang dilengkapi filter HEPA. Filter ini dapat membantu mengurangi partikel halus di udara dalam ruangan.
Pilih alat yang kapasitasnya sesuai dengan luas ruangan agar dapat bekerja secara optimal. Pastikan juga filter dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk penggunaan.
Selain menggunakan alat pembersih udara, hindari aktivitas yang menghasilkan polusi di dalam rumah, seperti merokok, membakar sampah, menyalakan lilin, atau memasak dengan cara yang menghasilkan banyak asap.
5. Pantau Kualitas Udara Secara Berkala
Kondisi langit yang terlihat cerah belum tentu menandakan udara bersih. Partikel polutan tetap bisa berada di udara meskipun kabut asap tidak terlihat terlalu pekat.
Karena itu, masyarakat perlu memantau kualitas udara melalui informasi resmi pemerintah atau aplikasi pemantau kualitas udara.
Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Jika nilai ISPU menunjukkan kondisi udara yang semakin buruk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan ikuti imbauan dari pihak berwenang.
6. Jaga Kebersihan Diri dan Penuhi Kebutuhan Cairan
Setelah beraktivitas di luar rumah, segera cuci tangan, bersihkan wajah, mandi, dan ganti pakaian. Langkah ini membantu menghilangkan partikel asap dan kotoran yang menempel pada kulit, rambut, maupun pakaian.
Selain menjaga kebersihan, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan minum air putih yang cukup. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup juga penting untuk menjaga kondisi tubuh.
Meski demikian, minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi tidak dapat menghilangkan dampak partikel asap yang sudah terhirup. Oleh sebab itu, mengurangi paparan asap tetap menjadi langkah utama.
7. Lindungi Kelompok Rentan dan Kenali Gejalanya
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit asma, gangguan paru-paru, atau penyakit jantung perlu mendapatkan perhatian lebih saat kabut asap melanda.
Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan berada di ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik. Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu, ikuti anjuran dokter dan pastikan obat yang diresepkan tersedia.
Masyarakat juga perlu mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk terus-menerus, mata perih, mengi, dan sesak napas.
FAQ
1. Apa dampak kabut asap karhutla bagi kesehatan?
Kabut asap karhutla dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta sesak napas. Paparan berulang atau berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
2. Masker apa yang cocok untuk melindungi diri dari kabut asap?
Masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94 dapat membantu menyaring partikel halus dari asap. Pastikan masker terpasang rapat dan sesuai dengan ukuran wajah.
3. Apakah aman berolahraga saat kabut asap melanda?
Sebaiknya hindari atau batasi olahraga di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas fisik berat dapat meningkatkan jumlah udara dan partikel polutan yang terhirup.
4. Bagaimana cara mengurangi kabut asap di dalam rumah?
Tutup pintu dan jendela saat udara luar tercemar, gunakan air purifier dengan filter HEPA jika tersedia, serta hindari merokok dan aktivitas lain yang menghasilkan asap di dalam rumah.
5. Siapa yang paling rentan terhadap dampak kabut asap karhutla?
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit asma, gangguan paru-paru, atau penyakit jantung termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ekstra.
Kesimpulan
Melindungi kesehatan saat kabut asap karhutla melanda dapat dilakukan dengan menggunakan masker yang tepat, membatasi kegiatan di luar ruangan, menutup pintu dan jendela, menggunakan air purifier, memantau kualitas udara, menjaga kebersihan diri, serta memberikan perlindungan ekstra kepada kelompok rentan.
Berbagai langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan polusi dan menekan risiko gangguan kesehatan. Namun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan kualitas udara dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang serius
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








