Harga Emas Kian Agresif, Nellava Bullion Dorong Investor Lebih Cepat Ambil Keputusan

AKURAT.CO Harga emas kembali melanjutkan tren kenaikannya dan mempertegas satu kenyataan di pasar. Menunda pembelian hari ini berpotensi membuat masyarakat harus membeli di harga yang lebih tinggi di kemudian hari.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, pelemahan mata uang hingga meningkatnya tensi geopolitik, emas kembali menjadi salah satu aset safe haven yang paling diburu investor sebagai perlindungan nilai aset.
Permintaan yang terus meningkat membuat harga emas bergerak semakin agresif. Banyak pengamat pasar menilai tren penguatan ini masih berpotensi berlanjut dalam waktu mendatang.
Bagi masyarakat yang selama ini menunggu waktu terbaik untuk membeli emas, kondisi saat ini menjadi pengingat bahwa momentum terbaik sering kali bukan saat harga turun, melainkan sebelum harga bergerak lebih tinggi.
Head of Marketing and Brand Management Nellava Bullion, Niki R. Hashbiah, menjelaskan, setiap kenaikan harga emas secara langsung meningkatkan biaya masuk bagi investor baru. Artinya, semakin lama menunggu, semakin kecil jumlah aset yang dapat diperoleh dengan nominal dana yang sama.
Baca Juga: Cek Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 7 Mei 2026: Antam, UBS, Galeri24 Lengkap
"Setiap kenaikan harga emas selalu menciptakan dua kelompok, mereka yang masuk lebih awal dan menikmati kenaikan nilai aset, serta mereka yang menunggu dan akhirnya membeli di harga yang lebih tinggi," ujar Niki, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa membeli emas harus menunggu harga turun terlebih dahulu. Namun dalam tren kenaikan jangka panjang, pola tersebut justru sering membuat investor kehilangan momentum.
"Dalam tren bullish seperti sekarang, risiko terbesar bukan membeli hari ini, tetapi terlambat mengambil keputusan. Karena ketika harga terus naik, selisih waktu beberapa hari saja bisa berdampak besar terhadap nilai aset yang diperoleh," jelas Niki.
Selain itu, ia menilai sebagian masyarakat masih membeli emas berdasarkan harga dari sistem internal penjual tanpa mengetahui apakah harga tersebut masih relevan dengan pasar global saat itu.
Padahal, dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, perbedaan waktu informasi dapat berarti perbedaan harga.
Melihat pentingnya transparansi harga di tengah kenaikan harga emas, Nellava Bullion menghadirkan Nellava Live Price, sistem harga bullion live yang memungkinkan masyarakat membeli emas berdasarkan harga internasional secara realtime.
Dengan pembaruan harga setiap 30 detik, investor dapat memantau langsung pergerakan pasar global sekaligus menentukan waktu pembelian yang dianggap paling optimal.
Sistem ini juga memberikan kontrol lebih besar kepada investor dan membantu mengurangi risiko membeli di harga yang sudah tertinggal dari pasar.
Di tengah tren kenaikan harga emas, pendekatan dalam membeli emas juga dinilai mulai berubah. Fokus utama investor kini tidak lagi hanya pada merek, tetapi pada efisiensi nilai aset yang diamankan.
"Dalam investasi emas, yang bertumbuh adalah nilai emasnya, bukan nama di kemasannya. Karena itu, masyarakat perlu lebih fokus pada nilai riil aset yang didapatkan," kata Niki.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Nellava Bullion Justru Konsisten dengan Buyback Satu Persen
Melalui pendekatan live price yang mengacu pada harga emas internasional, Nellava Bullion mendorong masyarakat untuk membeli emas berdasarkan nilai pasar yang sebenarnya, bukan biaya tambahan dari branding maupun faktor nonesensial lainnya.
Dalam kondisi pasar saat ini, kecepatan mengambil keputusan dinilai menjadi bagian penting dari strategi investasi.
Ketika harga emas masih berada dalam tren penguatan dan peluang kenaikan masih terbuka, mengamankan aset lebih awal dinilai menjadi langkah yang lebih strategis dibanding terus menunggu ketidakpastian pasar.
"Dalam tren kenaikan emas, satu hal yang pasti adalah harga hari ini belum tentu bisa didapatkan besok. Karena itu, keputusan yang diambil lebih cepat dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi investor," demikian Niki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon





