Akurat Logo

HbA1c Tetap Tinggi Meski Rutin Minum Obat? Ini Evaluasinya

Yusuf Tirtayasa | 28 Oktober 2026, 17:08 WIB
HbA1c Tetap Tinggi Meski Rutin Minum Obat? Ini Evaluasinya
Diabetologist sekaligus Founder mGanik, dr. Kelvin Candiago, M.M, MARS, DABRM

AKURAT.CO Rutin minum obat dan memeriksa gula darah belum tentu membuat pengendalian diabetes mencapai target.

Sejumlah studi di rumah sakit di Indonesia melaporkan hingga 76 persen penderita Diabetes Melitus Tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang belum terkontrol. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengevaluasi pengobatan, pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan memantau gula darah sehari-hari.

Dalam tayangan edukasi Topik Diabetes Hari Ini, dr. Kelvin Candiago, M.M, MARS, DABRM, Diabetologist sekaligus Founder mGanik, menjelaskan bahwa pengendalian diabetes perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan gula darah harian tetap penting, tetapi tidak selalu cukup untuk menggambarkan kondisi gula darah dalam jangka panjang.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pengendalian diabetes adalah hemoglobin A1c atau HbA1c.

Pemeriksaan ini membantu menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir sehingga dokter dapat menilai efektivitas pengelolaan diabetes pasien.

Mengapa HbA1c Bisa Tetap Tinggi Meski Rutin Minum Obat?

Sebagian penderita diabetes menganggap konsumsi obat secara teratur dan pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer sudah cukup untuk menjaga kondisi tetap terkendali. Padahal, hasil pengukuran gula darah pada satu waktu tertentu belum tentu mencerminkan kondisi sepanjang hari.

Pemeriksaan HbA1c memberikan gambaran yang berbeda karena menunjukkan rata-rata kadar gula darah dalam periode yang lebih panjang. Dengan hasil tersebut, dokter dapat mengevaluasi apakah pengendalian diabetes sudah sesuai target atau masih memerlukan penyesuaian.

"Untuk melihat lebih presisi apakah pasien itu diabetes atau nggak, bisa menggunakan yang namanya pemeriksaan HbA1c," ujar dr. Kelvin Candiago.

Secara umum, HbA1c di bawah 5,7 persen termasuk kategori normal, sedangkan nilai 6,5 persen atau lebih merupakan salah satu kriteria diagnosis diabetes.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.