Akurat Logo

Kemenpora Susun Desain Besar Kepemudaan Lewat IYS, Menpora Erick Thohir Minta RUU Kepemudaan Jadi Solusi Nyata

Dian Eko Prasetio | 27 Oktober 2026, 12:54 WIB
Kemenpora Susun Desain Besar Kepemudaan Lewat IYS, Menpora Erick Thohir Minta RUU Kepemudaan Jadi Solusi Nyata
Menpora Erick Thohir saat hadir langsung mendukung perjuangan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila untuk mengamankan final cabang Para Bulutangkis klasifikasi SL3-SU5 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya, Jepang, Kamis (22/10/2026). KEMENPORA.

AKURAT.CO Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi mematangkan penyusunan Desain Besar Kepemudaan Indonesia melalui perhelatan Indonesia Youth Summit (IYS).

Langkah strategis ini diambil guna memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan yang tengah digodok benar-benar lahir dari aspirasi murni generasi muda di seluruh Tanah Air.

Baca Juga: Asian Para Games: Disaksikan Erick Thohir, Boccia Borong 3 Emas dan Bawa Indonesia Lampaui Target

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa perumusan arah kebijakan kepemudaan nasional tidak boleh lagi menggunakan pendekatan top-down yang kaku, melainkan harus melibatkan anak muda dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) secara langsung.

"Pemuda yang ada dari seluruh Indonesia, OKP kita lakukan apa? Supaya undang-undang kepemudaan ini adalah solusi nyata buat mereka, bukan hanya kebijakan-kebijakan yang akhirnya sirna," kata Menpora Erick saat berdialog dengan peserta Youth Camp 2026 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Menjawab Tantangan 100 Tahun Sumpah Pemuda

Erick menilai, lanskap tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini telah berubah drastis dibanding era pencetusan Sumpah Pemuda 1928 silam.

Jika dahulu fokus perjuangan berada di seputar kolonialisme, kini pemuda dihadapkan pada disrupsi digital, dinamika geopolitik, geoekonomi, hingga persoalan lingkungan dan kesehatan mental.

"Kalau kita bicara kepemudaan tahun 1928, kita bicara kolonialisme dan perbudakan. Tetapi kalau 100 tahun ke depan, isunya pasti berbeda. Ini tantangan yang harus bisa kita jadikan solusi, bukan justru kegelisahan yang akhirnya membuat kita menyerah," tegas Erick.

Erick juga mewanti-wanti agar pembuat kebijakan tidak bersikap menggurui dalam merancang masa depan anak muda.

"Wadahnya mendengar dulu, jangan kita menyuruh. Karena kadang-kadang kita sebagai yang senioritas lebih banyak bilang, 'Ini yang terbaik buat kalian.' Padahal belum tentu," cetusnya.

Baca Juga: 28 Oktober 2026 Hari Sumpah Pemuda, Anak Sekolah Libur atau Tetap Masuk?

Luncurkan Career Hub hingga Penyelarasan Kebijakan Pusat-Daerah

Sebagai bukti konkret dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda, Kemenpora siap meluncurkan platform Wirasena Youth Career Hub pada 29 Oktober 2026 mendatang.

Platform ini dirancang untuk membuka akses selektif bagi pemuda menuju peluang magang hingga kesempatan kerja profesional di BUMN maupun swasta.

Di sisi lain, Kemenpora telah mengumpulkan seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) se-Indonesia guna menyelaraskan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih yang merugikan anak muda.

"Pusat dan daerah harus punya kebijakan yang sama. Jangan pusat beda, daerah beda, kasihan anak mudanya," ungkap Erick.

Serap Aspirasi Isu Krusial Gen Z dan Dinamika Batas Usia

Dalam ruang dialog IYS dan Youth Camp tersebut, beragam isu krusial mulai dari kesehatan mental, pencegahan pernikahan usia dini, hingga dinamika penentuan batas usia pemuda turut mengemuka. Terdapat usulan rentang usia pemuda berada di angka 16–30 tahun, sementara opsi lain mengusulkan 14–40 tahun.

Menanggapi beragam masukan tersebut, Erick menyampaikan bahwa Kemenpora bersama Komisi X DPR RI terus menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi guna menyaring seluruh aspirasi menjadi satu kesepahaman yang solid.

"Inilah dinamika yang harus kita saring menjadi sebuah kekentalan, supaya waktu RUU ini kita dorong ke DPR, pola pikirnya sudah sama demi kemajuan pemuda Indonesia," pungkas Erick.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.