Akurat Logo

Babel Mendunia Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

Moehamad Dheny Permana | 27 Oktober 2026, 13:23 WIB
Babel Mendunia Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah
Diskusi publik Babel Policy Forum 2026 bertajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju” yang diselenggarakan Babel Mendunia di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).

AKURAT.CO Babel Mendunia mengapresiasi sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir.

Meski demikian, berbagai capaian tersebut dinilai perlu terus dioptimalkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam diskusi publik Babel Policy Forum 2026 bertajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju” yang diselenggarakan Babel Mendunia di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kebijakan nasional sekaligus membahas peluang dan tantangan pembangunan daerah.

Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bangka Belitung sekaligus penggagas Babel Policy Forum 2026, Ahmad Rama Afrizal, mengatakan capaian pemerintah di berbagai sektor patut diapresiasi.

Namun, keberhasilan tersebut juga perlu menjadi pijakan untuk mendorong pemerataan pembangunan.

“Capaian pemerintah selama dua tahun ini patut diapresiasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana berbagai program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di Bangka Belitung,” ujar Rama dalam forum tersebut.

Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, investasi, infrastruktur, hingga kesehatan.

Berdasarkan laporan pemerintah yang dipublikasikan pada Oktober 2026, Indonesia mencatat capaian swasembada pada delapan komoditas pangan dengan cadangan pangan mencapai 5,2 juta ton. Sementara itu, program MBG dilaporkan telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.

Di sektor investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026. Investasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

Menurut Rama, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi atau banyaknya program yang dijalankan. Ukuran keberhasilannya juga harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja,” katanya.

Pertimahan dan Ekonomi Biru Jadi Perhatian

Selain mengevaluasi kebijakan nasional, Babel Policy Forum 2026 turut menyoroti arah perekonomian Bangka Belitung yang selama ini erat kaitannya dengan sektor pertambangan timah.

Pengelolaan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan, serta dampak aktivitas pertambangan terhadap kehidupan masyarakat dinilai perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Di sisi lain, Bangka Belitung memiliki peluang untuk memperkuat sektor kelautan dan ekonomi biru.

Potensi perikanan dan kawasan pesisir dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lebih banyak kesempatan usaha bagi masyarakat.

Namun, pengembangan sektor tersebut membutuhkan tata kelola yang baik agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Rencana Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Didukung, Kebutuhan Nasional Harus Diutamakan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.