Akurat Logo

Tak Mau Mandek di Barang Antara, Bahlil Kaji Moratorium Smelter Produk Setengah Jadi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 2 November 2026, 14:57 WIB
Tak Mau Mandek di Barang Antara, Bahlil Kaji Moratorium Smelter Produk Setengah Jadi
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka peluang moratorium pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk setengah jadi, seperti di nikel ataupun bauksit.

Pemerintah tengah mengkaji arah pengembangan industri pengolahan mineral agar hilirisasi dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri.

Bahlil mengatakan, sebagian besar industri hilirisasi mineral di Indonesia saat ini masih berfokus pada produksi barang antara atau produk setengah jadi. Kondisi tersebut, kata Bahlil dinilai perlu dievaluasi agar pengembangan industri tidak berhenti pada tahap pengolahan awal.

Baca Juga: ESDM Pertimbangkan Stok Global dalam Penetapan Kuota Nikel 2027

"Tetapi jujur saya katakan kepada teman-teman pengusaha, industri hilirisasi kita sekarang masih mayoritas produknya itu baru di tengah. Baru di 60%, 50% dan ini membludak sekarang,” kata Bahlil dalam pembukaan Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026).

Bahlil menambahkan, pemerintah perlu mengkaji apakah pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk setengah jadi masih perlu dilanjutkan atau justru dibatasi melalui kebijakan moratorium.

"Jadi mungkin perlu kita membuat kajian, Pak Dirjen Minerba, apakah masih kita mungkinkan untuk membangun smelter yang produknya itu hanya setengah jadi atau kita moratorium?,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan, arah kebijakan hilirisasi ke depan perlu lebih menitikberatkan pada pengembangan produk akhir.

Dengan demikian, bahan baku yang telah melalui proses pengolahan di dalam negeri tidak seluruhnya diekspor dalam bentuk barang antara.

"Supaya apa bahan baku setengah jadi ini tidak semuanya diekspor ke luar, jadi Indonesia itu betul-betul mendapatkan manfaatnya secara utuh. Ini yang sekarang kita lagi mau kaji,” tutur Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.