Akurat Logo

Indonesia Bidik Investasi AS, Delapan Sektor Industri Jadi Prioritas

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 2 November 2026, 08:50 WIB
Indonesia Bidik Investasi AS, Delapan Sektor Industri Jadi Prioritas
Indonesia memperkuat kerja sama investasi dengan Amerika Serikat di delapan sektor, mulai dari semikonduktor hingga manufaktur hijau. - dok. kemenperin

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkokoh posisi Indonesia sebagai magnet investasi utama di kawasan.

Langkah strategis ini ditegaskan lewat pertemuan penting antara Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dengan delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) melalui ajang 2026 Indonesia Business Mission.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menindaklanjuti delapan rekomendasi utama USABC guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Baca Juga: Cegah Bahan Baku Emas Mengalir ke Luar Negeri, Kemenperin Dorong Bea Keluar Tetap Berlaku

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengapresiasi kemitraan erat serta kontribusi berkelanjutan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam mendorong investasi, inovasi, transfer teknologi, dan pertumbuhan sektor manufaktur di tanah air.

Hubungan ekonomi kedua negara terbukti sangat strategis dan saling melengkapi.

Dengan populasi Indonesia yang mencapai 285,7 juta jiwa pada 2025 sebagai pasar domestik yang masif, dipadukan dengan keunggulan teknologi, inovasi, serta jaringan global Amerika Serikat, kolaborasi ini menciptakan sinergi raksasa.

Catatan impresif turut menghiasi neraca perdagangan bilateral 2025 yang menembus USD43,80 miliar, di mana Indonesia mengantongi surplus sebesar USD18,02 miliar (ekspor USD30,95 miliar berbanding impor USD12,93 miliar).

Sementara itu, realisasi investasi AS di Indonesia pada tahun yang sama sukses menyentuh angka USD2,97 miliar.

Baca Juga: Keramik China dan India jadi Sorotan, Kemenperin Siapkan Langkah Antidumping

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta menekankan bahwa kerja sama ini dirancang bukan sekadar mengejar angka investasi.

"Kemitraan dengan AS kami arahkan untuk menghasilkan dampak nyata: mempercepat alih teknologi (transfer of technology), mengintegrasikan industri dalam negeri ke dalam rantai pasok global, serta menggenjot kompetensi SDM industri kita," kata Setia, Minggu (1/11/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.