Indonesia Bidik Investasi AS, Delapan Sektor Industri Jadi Prioritas

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkokoh posisi Indonesia sebagai magnet investasi utama di kawasan.
Langkah strategis ini ditegaskan lewat pertemuan penting antara Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dengan delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) melalui ajang 2026 Indonesia Business Mission.
Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menindaklanjuti delapan rekomendasi utama USABC guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Baca Juga: Cegah Bahan Baku Emas Mengalir ke Luar Negeri, Kemenperin Dorong Bea Keluar Tetap Berlaku
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengapresiasi kemitraan erat serta kontribusi berkelanjutan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam mendorong investasi, inovasi, transfer teknologi, dan pertumbuhan sektor manufaktur di tanah air.
Hubungan ekonomi kedua negara terbukti sangat strategis dan saling melengkapi.
Dengan populasi Indonesia yang mencapai 285,7 juta jiwa pada 2025 sebagai pasar domestik yang masif, dipadukan dengan keunggulan teknologi, inovasi, serta jaringan global Amerika Serikat, kolaborasi ini menciptakan sinergi raksasa.
Catatan impresif turut menghiasi neraca perdagangan bilateral 2025 yang menembus USD43,80 miliar, di mana Indonesia mengantongi surplus sebesar USD18,02 miliar (ekspor USD30,95 miliar berbanding impor USD12,93 miliar).
Sementara itu, realisasi investasi AS di Indonesia pada tahun yang sama sukses menyentuh angka USD2,97 miliar.
Baca Juga: Keramik China dan India jadi Sorotan, Kemenperin Siapkan Langkah Antidumping
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta menekankan bahwa kerja sama ini dirancang bukan sekadar mengejar angka investasi.
"Kemitraan dengan AS kami arahkan untuk menghasilkan dampak nyata: mempercepat alih teknologi (transfer of technology), mengintegrasikan industri dalam negeri ke dalam rantai pasok global, serta menggenjot kompetensi SDM industri kita," kata Setia, Minggu (1/11/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia









