PT TIMAH Perkuat Pengawasan Tambang, Pastikan Produksi Beri Nilai bagi Negara

AKURAT.CO PT TIMAH Tbk terus memperkuat tata kelola dan pengawasan perusahaan sebagai bagian dari upaya menjaga pengelolaan sumber daya timah yang tertib, akuntabel, dan memberikan nilai optimal bagi negara dan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pengamanan sumber daya alam nasional, termasuk praktik-praktik yang berpotensi mengurangi penerimaan negara seperti manipulasi pelaporan produksi maupun ekspor.
Direktur SDM dan Transformasi Perusahaan PT TIMAH Tbk, Ratih Mayasari mengatakan, transformasi tata kelola harus dapat terlihat dalam proses kerja dan hasil yang dapat diukur, bukan hanya dalam perubahan kebijakan atau prosedur.
Baca Juga: Laba PT Timah Tembus Rp4,12 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi
“Bagi kami, penguatan tata kelola berarti memastikan setiap proses memiliki tanggung jawab yang jelas, pencatatan yang tertib, pengawasan yang berjalan, serta evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Perbaikan tersebut harus dapat dilihat dalam pelaksanaan sehari-hari dan terus diperkuat dari waktu ke waktu,” kata Ratih, dikutip Minggu (1/11/2026).
Perusahaan juga terus memperkuat disiplin operasional, pengawasan wilayah pertambangan, pengendalian internal, evaluasi kerja sama dengan mitra, serta koordinasi antar unit untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan.
Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2026 mengenai percepatan perbaikan tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi salah satu momentum untuk memperkuat proses tersebut, termasuk penataan mekanisme kerja sama, pengawasan, pencatatan, serta koordinasi lintas institusi.
Baca Juga: MIND ID Ungkap Masalah RKAB di Balik Insiden Kantor PT Timah
“Semakin besar sumber daya yang dikelola, semakin besar pula tuntutan terhadap akuntabilitasnya. Karena itu, bagi PT TIMAH peningkatan produksi harus berjalan bersama dengan penguatan pengawasan, kepatuhan, dan tata kelola,” ujar Ratih.
PT TIMAH memandang pengamanan sumber daya negara bukan hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan setiap proses penciptaan nilai berlangsung secara tertib, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.
Transformasi tersebut akan terus dilakukan melalui penguatan kompetensi SDM, penyempurnaan proses bisnis, peningkatan pengawasan, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kegiatan operasional dan kemitraan.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan lebih banyak timah, tetapi memastikan sumber daya yang dikelola perusahaan memberikan nilai yang lebih besar bagi negara dengan tata kelola yang semakin baik,” tutur Ratih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







