Brantas Abipraya Gratiskan Sertifikasi MSDM untuk 100 Peserta

AKURAT.CO PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pertumbuhan perusahaan melalui peningkatan kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang memberikan akses sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Insan Abipraya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi serta mitra Brantas Abipraya untuk meningkatkan kompetensi di bidang MSDM.
Baca Juga: Kementerian ESDM Tawarkan Lebih dari 100 Blok Migas RI ke Investor Rusia
Sehingga program ini diharapkan dapat memperluas manfaatpengembangan kompetensi sekaligus mendorong terciptanyaekosistem SDM yang semakin berkualitas.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo mengatakan, sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi upaya memperoleh pengakuan formal, tetapi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas Human Capital.
Purnomo menyampaikan, antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 pesertat erpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi.
“Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” kata Purnomo, Kamis (10/9/2026).
Purnomo menyampaikan, perkembangan industri konstruksi yang dinamis menuntut perusahaan dan insan di dalamnya untuk terus meningkatkan kemampuan.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Penyaluran B50 Sudah Capai 80 Persen
Perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi membuat kompetensi menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan industri.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia




