Menteri Dody Bangun Exit Tol ke Kawasan Mobil Listrik Pindad di Subang

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pembangunan exit tol yang menghubungkan Kawasan Instalasi Strategis Nasional produksi Mobil dan Motor Listrik Nasional yang akan dikembangkan oleh PT Pindad (Persero).
Pembangunan ini untuk mendukung infrastruktur di kawasan industri kendaraan nasional Kabupaten Subang, Jawa Barat.
"Untuk kawasan industri Subang, dukungan itu diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban, dan akses sementara pada Jalan Tol Cikampek–Palimanan," kata Menteri PU, Dody Hanggodo, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Antisipasi El Nino, Kementerian PU Tambah Jaringan Irigasi Air Tanah di NTT
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian PU juga berkomitmen mendukung infrastruktur pertahanan nasional melalui berbagai proyek strategis, termasuk pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur.
Dody mengungkapkan bahwa sejumlah ruas tol tengah disiapkan agar dapat difungsikan sebagai landasan pacu darurat dalam kondisi tertentu.
Menurut Dody, langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur kini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan strategis nasional, termasuk pertahanan dan keamanan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa dukungan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan pertahanan negara.
Menurutnya, jalan tol memiliki potensi besar untuk mendukung operasi militer, terutama dalam situasi darurat ketika pangkalan udara utama tidak dapat digunakan.
“Kita memang perlu menempel ke Pak Menteri PU supaya di jalan tol itu bisa ditentukan tempat untuk short takeoff dan landing pesawat tempur yang ada di sini, kalau air force base kita mengalami gangguan pada pendaratan darurat di sini,” ujarnya.
Baca Juga: Kementerian PU Kejar Penyelesaian Tanggul Pantai Jakarta, Target Tuntas 2027
Di sisi lain, Direktur Utama PT Pindad (Persero), Sigit Puji Santosa menyoroti pentingnya dukungan akses infrastruktur untuk Kawasan Instalasi Strategis Nasional yang tengah dikembangkan.
Sigit mengusulkan dukungan akses exit tol untuk memperlancar mobilitas logistik menuju kawasan manufaktur tersebut.
“Nanti kami mohon izin untuk kita bisa bekerja bersama-sama untuk akses ini. Selain itu, untuk mendukung akses logistik, karena jalan-jalan kabupaten itu sangat kecil sekali, mohon izin kita akan siapkan agar bisa menjadi 2 arah sampai ke Batalyon Teritorial Pembangunan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








