Akurat Logo

Soal Poster Munaslub Jadi Caketum Golkar, Ahmad Doli: Saya Tidak Tahu Menahu

Moehamad Dheny Permana | 7 November 2026, 14:51 WIB
Soal Poster Munaslub Jadi Caketum Golkar, Ahmad Doli: Saya Tidak Tahu Menahu
Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. - Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 29 November 2026 adalah bohong alias hoaks. Dia membantah kabar yang menyebut dirinya akan menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Golkar.

Bantahan ini merespons poster digital yang beredar di media sosial. Poster tersebut mencantumkan foto Doli sebagai calon ketua umum untuk Munaslub di Ancol, Jakarta Utara, dengan slogan "Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo".

"Saya tidak ada kaitannya, bahkan tidak tahu-menahu soal penyebaran isu tersebut," tegas Doli kepada wartawan, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga: Zaki Iskandar: Golkar Tidak Boleh Terdistraksi Isu Munaslub, Fokus Menangkan Pemilu 2029

Poster yang beredar luas beberapa hari terakhir tentang rumor rencana Munaslub Partai Golkar.

Dia memastikan hubungannya dengan Bahlil Lahadalia sangat baik dan solid dalam mengelola partai. Dia menegaskan selalu taat pada AD/ART serta fatsun politik partai.

"Selama ini, saya mempunyai hubungan yang baik, harmonis, sinergi, produktif dan saling menghormati dalam urusan mengelola partai, apalagi secara pribadi dengan Saudara Bahlil Lahadalia," ujarnya.

Mantan Ketua Komisi II DPR RI ini menduga ada pihak internal yang sengaja memperkeruh suasana. Dia mengaku sudah mengantongi identitas pihak di balik isu tersebut.

Baca Juga: Penyadapan Ancaman Serius Demokrasi, Golkar Dorong Perbaikan Regulasi

"Saya sudah dapat mendeteksi pihak-pihak 'komprador' tersebut, yang berasal dari dalam internal kami sendiri. Dan saya mau sampaikan kepada kalian, jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian," kata Doli.

Di sisi lain, Doli mengklaim negara sedang menghadapi ancaman nyata berupa upaya penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi kepolisian. Dia menegaskan Golkar fokus mengawal Kepala Negara.

"Negara saat ini sedang dalam ancaman yang nyata. Presiden, simbol negara kita, sedang diganggu dengan adanya upaya makar dari pihak tertentu. Tentu, Golkar harus berada di depan menjaga dan mengawal Presiden, sebagai komitmen konstitusionalnya terhadap negara. Dan saya sebagai kader Golkar akan berada di garda depan untuk itu," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.