Akurat Logo

Membedah Aksi Jokowi dalam Sidang Dugaan Ijazah Palsu dan Persepsi Masyarakat

Ayu Rachmaningtyas | 7 November 2026, 20:40 WIB
Membedah Aksi Jokowi dalam Sidang Dugaan Ijazah Palsu dan Persepsi Masyarakat
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani sidang kasus dugaan ijazah palsu di PN Jakarta Timur.

AKURAT.CO Aksi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memperlihatkan dokumen ijazahnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menjadi perhatian dalam dinamika komunikasi politik.

Meski begitu, penilaian masyarakat terhadap aksi tersebut masih dipengaruhi oleh sikap dan pandangan politik yang telah terbentuk sebelumnya.

"Bila sikap awal publik terhadap Jokowi positif, maka komunikasi yang dibangun Jokowi selama di persidangan akan dapat mempengaruhi persepsi publik yang juga positif. Sebaliknya, bila sikap awal publik terhadap Jokowi sudah negatif, maka apa pun komunikasi yang dibangun Jokowi di persidangan akan melahirkan persepsi yang juga negatif," jelas Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi, Keabsahan Dokumen Harus Tetap Mengedepankan Verifikasi

Perbedaan persepsi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi politik seorang tokoh tidak selalu diterima secara seragam oleh masyarakat. Sebab, selama persidangan Jokowi memperlihatkan komunikasi verbal dan nonverbal yang relatif terkendali.

Jokowi pun dianggap mampu menjaga intonasi dan pembawaannya ketika menjawab berbagai pertanyaan. "Penggunaan intonasi dan nada bicara Jokowi cenderung datar, tenang, dan tidak menunjukkan fluktuasi emosi yang tinggi, tidak meledak-ledak ataupun defensif berlebihan," ujarnya.

Selain pembawaan yang tenang, Jamiluddin juga menyoroti tindakan Jokowi yang meminta izin kepada majelis hakim untuk memperlihatkan langsung dokumen pendidikan dari jenjang SD hingga S1 kepada pengunjung persidangan.

Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bagian dari komunikasi visual yang dapat membentuk persepsi mengenai kesiapan Jokowi menghadapi proses hukum. Dia juga melihat sikap Jokowi yang mengikuti persidangan secara tertib sebagai upaya menampilkan dirinya sebagai warga negara yang menghormati prosedur hukum.

Baca Juga: Di Sidang Roy Suryo, Jokowi Akui Transkrip Nilainya Hilang

"Jokowi ingin menunjukkan sebagai warga negara kebanyakan yang patuh dan taat aturan. Jokowi tidak menunjukkan layaknya mantan presiden," tuturnya.

Kendati demikian, Jamiluddin menilai penampilan tersebut juga dapat dibaca sebagai strategi komunikasi untuk membangun citra. Dampaknya tetap bergantung pada cara masyarakat memaknai tindakan Jokowi.

Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo, menilai polemik ijazah Jokowi tidak lagi sebatas persoalan administratif, tetapi telah berkembang menjadi persoalan kepercayaan politik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.