Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS kembali melancarkan serangan terbatas ke Iran pada Kamis malam (5/11/2026). Dalam operasi tersebut, pasukan AS mengklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Iran hanya dalam hitungan menit.
Trump mengatakan, serangan itu menargetkan sistem pertahanan udara yang baru dibangun Iran. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci lokasi maupun sasaran serangan militer tersebut.
"Mereka telah membangun sistem pertahanan udara kecil, dan kami menghancurkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," kata Trump kepada wartawan, Jumat malam (6/11/2026).
Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai serangan terbatas atau limited strikes.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Pulau Qeshm menjadi sasaran sedikitnya dua rudal pada Jumat malam. Informasi tersebut juga diberitakan Al Jazeera.
Pulau Qeshm sebelumnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan AS pada awal pekan ini. Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi di sekitar Selat Hormuz, termasuk instalasi pertahanan udara Iran.
Saat itu, Trump juga menggambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan kecil dan terbatas.
Pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menyampaikan kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran. Washington bahkan mengisyaratkan bahwa operasi militer baru dapat dilakukan setelah pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat pekan ini.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menegaskan bahwa militernya berada dalam kondisi siaga. Teheran juga mengklaim kekuatan militernya saat ini lebih besar dibandingkan ketika perang dimulai pada Februari lalu.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan angkatan bersenjata negaranya telah memperoleh banyak pelajaran dari pengalaman perang.
Menurut Akraminia, militer Iran kini memiliki motivasi, komitmen, dan kepercayaan diri yang lebih besar dibandingkan pada awal konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah IRNA pada Sabtu malam.
Sumber: Swedenherald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 6Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 7Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar






