PKB Diingatkan Tidak Terjebak Pragmatisme, Kekuasaan Bukan Tujuan Akhir

AKURAT.CO Partai politik diingatkan agar tidak kehilangan kepekaan terhadap persoalan rakyat, meski semakin dekat dengan lingkaran kekuasaan.
Demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam diskusi dan bedah buku "Sosialisme Islam: Pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati" di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), pada Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, kedekatan dengan kekuasaan tidak boleh membuat parpol terjebak dalam pragmatisme, mengabaikan ketimpangan sosial, atau menjadikan jabatan sebagai tujuan utama perjuangan.
"Kekuasaan semestinya bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan, memperluas kesejahteraan, memperkuat ekonomi rakyat, serta memastikan kelompok masyarakat yang lemah tidak tertinggal," jelas Neng Eem.
Kegiatan yang diinisiasi Neng Eem tersebut dihadiri kader DPC PKB Bogor yang dimaksudkan sebagai ruang refleksi untuk meninjau kembali arah perjuangan politik partai. Khususnya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: PKB Tampung Aspirasi Soal Ijazah Gibran, Tak Mau Gegabah Sikapi Putusan MK
Ia menyebut pandangan HOS Tjokroaminoto mengenai Islam dan sosialisme serta gagasan pembebasan manusia yang dikembangkan Ali Syari'ati masih relevan untuk menjadi landasan dalam membangun kesadaran politik yang berpihak kepada rakyat.
Neng Eem, yang juga anggota Komisi IX DPR, menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk mengingatkan kader PKB bahwa perjuangan politik tidak boleh berhenti pada perebutan kursi legislatif, jabatan pemerintahan, maupun akses terhadap kekuasaan.
Sebaliknya, keberhasilan perjuangan partai harus diukur dari sejauh mana kebijakan dan keputusan politik mampu menjawab persoalan masyarakat, terutama ketimpangan ekonomi, kemiskinan, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar.
Menurutnya, penting menjadikan konstitusi sebagai landasan dalam menentukan arah perjuangan politik.
"Konstitusi mesti menjadi kompas bagi arah perjuangan menciptakan keadilan sosial di negeri ini," kata Neng Eem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar





