Pilkada Sumut Rawan Konflik, DPR Ingatkan KPU-Bawaslu untuk Tetap Waspada

AKURAT.CO Komisi II DPR melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memantau kesiapan Pilkada serentak di Sumatera Utara (Sumut). Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan seluruh persiapan sudah berjalan baik dari segi tahapan persiapan, sesuai dengan perencanaan.
Namun begitu, dia tetap mengingatkan bahwa penyelenggara harus tetap waspada, karena telah memasuki tahapan-tahapan akhir yang berpotensi menimbulkan konflik.
"Karena sudah masuk masa kampanye, semua energi akan terkumpul di situ, dan ada potensi konflik sosial, misalnya muncul hate speech, black campaign, dan segala macam yang pasti makin intensif terjadi. Hal seperti ini harus kita waspadai bersama," ungkap Doli usai mengikuti kunjungan spesifik di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (7/11/2024).
Legislator Dapil Sumut III ini menambahkan, bahwa potensi konflik akan meningkat pada tahap perhitungan suara, terutama dengan penerapan aplikasi Sirekap. Pada pemilu sebelumnya, Sirekap menjadi isu yang sangat dinamis, bahkan sempat menimbulkan tuduhan-tuduhan mengenai kejujuran sistem tersebut.
Baca Juga: Mengenal Tugas-tugas KPPS 1 hingga 7 di Pilkada 2024
"Kami meminta KPU agar lebih berhati-hati dalam menyusun sistem yang baru, supaya tidak lagi menjadi isu yang memicu potensi konflik di tengah masyarakat," imbuh Doli.
Dia juga mengingatkan, adanya potensi sengketa hasil pascapilkada serentak, mengingat pemerintah telah memutuskan jadwal pelantikan sejumlah kepala daerah pada 7 dan 10 Februari.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara jangan sampai melewati tenggat waktu, karena jika penyelesaian sengketa berkepanjangan, potensi konflik akan kembali muncul.
"Menurut saya, semua penyelenggara harus solid, baik itu KPU, DKPP, Bawaslu, dan para calon kepala daerah beserta pendukungnya. Mereka harus diberikan pemahaman agar sejalan dan dapat menjalankan peraturan yang berlaku," bebernya.
"Dengan begitu, tidak ada pelanggaran yang signifikan atau potensi konflik berkepanjangan, sehingga mereka siap menang dan siap kalah. Jika semua mekanisme berjalan baik dan peraturan ditegakkan, saya kira semuanya akan bisa menerima apa pun hasilnya," tutup Doli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








