Jangan Terkecoh! Pakar Hukum Ingatkan Gugatan Pemilu Ranah Bawaslu Bukan MK
Atikah Umiyani | 22 Februari 2024, 13:51 WIB

AKURAT.CO Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, menyebut, penanganan pelanggaran atau kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) merupakan ranah Bawaslu bukan Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal itu disampaikan Margarito merespons situasi terkini dimana ada kubu paslon yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu, dan berkeinginan melakukan gugatan ke MK karena merasa dicurangi di pemilu.
Margarito mengatakan, itupun harus dibuktikan secara spesifik jika kecurangan atau pelanggaran yang terjadi memang benar-benar mempengaruhi hasil pemilu, bukan cuma soal selisih suara saja.
"Kecurangan-kecurangan itu lebih karena pada salah hitung misalnya begitu ya, bukan karena prosedur pelaksanaannya. Karena kalau anda mau jadikan prosedur sebagai vokal poin dalam permohonan ini itu menjadi salah," kata Margarito saat diskusi bertajuk 'Gugatan TSM di MK Apakah Masuk Akal' di Jakarta, Kamis (22/2/2024).
"Mengapa? Karena undang undang memerintahkan soal-soal itu dibawa ke Bawaslu bukan ke Mahkamah Konstitusi itu ya," sambungnya.
Menurut Margarito, selama ini kubu paslon 01 maupun 03 juga terkecoh karena terlalu memfokuskan pada hasil Sirekap milik KPU. Padahal, Sirekap bukan jadi acuan surat suara sah hasil penghitungan pemilu.
"Saya lihat teman-teman di kubu 01 dan 03 itu terkecoh dengan memberi fokus pada Sirekap itu. Padahal sirekap bukan satu-satunya soal yang menjadi dasar lahirnya angka (suara) itu. Ini kan cuma alat bantu percepatan agar memberikan informasi kepada orang," ujarnya.
Ia pun menyarankan agar sebaiknya kubu paslon 01 dan 03 untuk tidak mengambil pusing merespons hasil Sirekap.
"Tapi secara hukum yang menjadi entitas adalah hasil rekapitulasi jadi mesti pastikan di hasil rekapitulasi jangan pusing dengan Sirekap itu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR









