Bawaslu Ajak Mahasiswa Jadi Kader Pengawas Pemilu Lewat Literasi Data

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memperkuat sinergi dengan dunia akademik melalui kegiatan Literasi Data Pengawasan Pemilu bertema “Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data” yang digelar di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, belum lama ini.
Anggota Bawaslu RI, Puadi, menyampaikan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mensosialisasikan sekaligus membagikan hasil pengawasan Pemilu dan Pemilihan kepada civitas akademika secara terbuka.
“Proses pengawasan dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan kita sampaikan secara transparan, termasuk isu terkait penegakan hukum dan pengawasan di setiap tahapan,” ujar Puadi.
Ia menjelaskan, seluruh proses pengawasan Bawaslu disajikan dalam bentuk data yang tidak hanya dihimpun, tetapi juga diolah menjadi informasi dan pengetahuan.
Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kapasitas akademik dan memperkuat riset mahasiswa.
“Kami berkolaborasi dengan civitas akademika agar kebutuhan mahasiswa dalam penelitian, penyusunan skripsi, tesis, hingga disertasi dapat terpenuhi,” jelasnya.
Puadi menegaskan, Bawaslu membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa dan akademisi untuk memanfaatkan data hasil pengawasan tersebut.
Baca Juga: Dorong Penempatan 500 Ribu Pekerja Migran, Pemerintah Fokus Perluas Akses KUR
Menurutnya, data pengawasan merupakan informasi publik yang penting bagi dunia pendidikan.
Kegiatan ini juga diisi dengan bedah buku yang mengulas dinamika pengawasan Pemilu, termasuk hubungan kerja antara Bawaslu, KPU, Pemerintah, dan Partai Politik.
“Proses dinamika ini kita jelaskan kepada mahasiswa agar mereka memahami konteks pengawasan secara komprehensif,” tambahnya.
Selain itu, Puadi turut memaparkan sejumlah isu strategis seperti penanganan pelanggaran, netralitas ASN, politik uang, ekstra pidana Pemilu, keterwakilan perempuan, hingga berbagai temuan pengawasan lainnya.
Ia berharap pemahaman ini dapat melahirkan kader pengawas Pemilu masa depan.
“Agar mereka tidak kaget ketika terjun di lapangan, dan dapat menyampaikan informasi kepada jajaran kami jika ada dugaan pelanggaran Pemilu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








