Akurat Logo

Refleksi Dua Tahun Asta Cita, PPK Manado Ajak Masyarakat Merawat Toleransi

Moehamad Dheny Permana | 1 November 2026, 07:29 WIB
Refleksi Dua Tahun Asta Cita, PPK Manado Ajak Masyarakat Merawat Toleransi
Refleksi dua tahun Asta Cita dibarengi dengan deklarasi penolakan terhadap hoaks dan disinformasi. - Foto: PPK Manado

AKURAT.CO Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK) Manado membahas refleksi dua tahun Asta Cita bertema "Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru" di Kota Manado, pada Sabtu (31/10/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan politisi sekaligus mantan anggota DPR RI, Kamran Mochtar Podomi, serta akademisi dan budayawan Sulawesi Utara, Reiner Emyot Ointoe.

Kegiatan itu juga ditutup dengan deklarasi penolakan terhadap hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ketua Umum PPK, Dendi Budiman, mengatakan, diskusi tersebut penting digelar untuk membahas upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita.

"Pak Prabowo betul-betul ingin kedaulatan bangsa bisa diwujudkan melalui kedaulatan energi dan pangan. Semoga ini bisa terwujud," ujarnya.

Dendi berharap diskusi serupa dapat terus berlanjut, sehingga aktivis dan masyarakat sipil bisa berperan aktif dalam mewujudkan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Kita berharap, diskusi seperti ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi terus berlanjut. Sehingga peran kita sebagai aktivis, sebagai masyarakat sipil, itu betul-betul bisa diwujudkan menuju kedaulatan kita sebagai satu bangsa dan menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Sementara itu, Kamran Mochtar Podomi menilai Asta Cita yang digaungkan Prabowo sejak dua tahun terakhir merupakan harapan besar, agar sumber daya Indonesia dapat berperan dalam berbagai aspek pembangunan.

Menurutnya, Asta Cita juga mencerminkan sisi humanis Prabowo, terutama pada poin kedelapan yang menitikberatkan penguatan toleransi.

"Untuk menuju supaya seluruh kebijakan itu dapat dieksekusi secara pemerintahan dan tidak melanggar aturan, baik aturan di dalam negeri ataupun aturan internasional, maka Asta Cita ini tidak bisa berhenti," kata Kamran.

Baca Juga: Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.