Akurat Logo

Ramadan Tinggal 100 Hari, Yuk Mulai Biasakan 5 Hal Ini Secara Konsisten

Lufaefi | 1 November 2026, 08:00 WIB
Ramadan Tinggal 100 Hari, Yuk Mulai Biasakan 5 Hal Ini Secara Konsisten
Persiapan Diri Sebelum Pusa Ramadan - Istimewa

AKURAT.CO Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah dan membangun kehidupan yang lebih baik. Namun, perubahan kebiasaan tidak selalu mudah dilakukan secara mendadak. Ketika bulan suci tiba, sebagian orang begitu bersemangat meningkatkan ibadah, tetapi semangat tersebut perlahan menurun setelah beberapa hari. Karena itu, jika Ramadan tinggal sekitar 100 hari lagi, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan baik secara konsisten.

Persiapan menyambut Ramadan seharusnya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan makanan, pakaian, atau agenda berbuka puasa. Lebih penting dari itu adalah mempersiapkan hati, pikiran, dan perilaku agar mampu menjalani bulan suci dengan lebih berkualitas. Kebiasaan kecil yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi fondasi untuk membangun rutinitas ibadah selama Ramadan.

Allah SWT memberikan petunjuk mengenai pentingnya mempersiapkan diri melalui firman-Nya dalam surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18).

Ayat tersebut mengajarkan pentingnya evaluasi diri dan mempersiapkan bekal untuk masa depan. Dalam konteks menyambut Ramadan, setiap Muslim dapat mulai bertanya kepada dirinya sendiri: kebiasaan apa yang perlu diperbaiki agar bulan suci mendatang tidak berlalu begitu saja?

Baca Juga: 100 Hari Menuju Bulan Ramadhan, Ini yang Harus Dipersiapkan

Pertama, biasakan membaca Al-Qur'an setiap hari. Tidak perlu menunggu Ramadan untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci. Mulailah dengan membaca beberapa ayat setelah salat Subuh atau Magrib. Jika sudah terbiasa, jumlah bacaan dapat ditingkatkan secara bertahap. Selain membaca, luangkan waktu untuk memahami terjemahan dan kandungannya. Kebiasaan ini akan membantu membangun kedekatan dengan Al-Qur'an sehingga ketika Ramadan tiba, tilawah bukan lagi aktivitas yang terasa berat.

Kedua, jaga salat lima waktu secara tepat waktu. Salat merupakan kewajiban utama yang menjadi fondasi kehidupan seorang Muslim. Sebelum menargetkan banyak ibadah sunah selama Ramadan, pastikan terlebih dahulu kualitas salat wajib semakin baik. Biasakan segera mengambil wudu ketika waktu salat tiba, mengurangi aktivitas yang mengganggu kekhusyukan, dan berusaha melaksanakan salat berjamaah bagi yang memungkinkan. Jangan sampai semangat menjalankan tarawih tidak diiringi kesungguhan menjaga salat lima waktu.

Ketiga, latih diri menjalankan puasa sunah. Puasa Senin-Kamis dapat menjadi salah satu latihan untuk membangun kesiapan fisik dan spiritual menjelang Ramadan, selama kondisi kesehatan memungkinkan. Selain itu, puasa sunah melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kemampuan menahan hawa nafsu. Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebelumnya, kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan qadha dengan niat yang benar.

Keempat, mulai membiasakan zikir dan doa. Kesibukan pekerjaan, pendidikan, serta aktivitas digital sering membuat seseorang lupa menyediakan waktu untuk mengingat Allah. Cobalah meluangkan beberapa menit setelah salat untuk membaca istigfar, tasbih, tahmid, dan takbir. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menghadirkan kesadaran spiritual di tengah rutinitas sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Ra'd ayat 28:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi