Tak Hanya Genjot Ekonomi, Konser Andrea Bocelli Bisa Bantu Promosikan Candi Borobudur

AKURAT.CO Pelaksanaan konser tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang besar, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Konser di Indonesia menciptakan fenomena yang disebut experience economy.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Rhenald Kasali, mengatakan dalam fenomena ini, penonton tidak hanya ingin menikmati pertunjukan musik, tetapi juga merasakan pengalaman berwisata di Indonesia.
Hal tersebut terlihat dari sejumlah konten media sosial yang diunggah penonton konser berkewarganegaraan asing. Mereka tidak hanya membagikan pengalaman menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat dan berbagai tempat menarik di Indonesia.
Baca Juga: Konser BTS Tetap Digelar, Timnas Indonesia Belum Pasti Bisa Main di GBK
Menurut Rhenald, konten-konten tersebut secara tidak langsung turut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia.
"Kemudian mereka juga buat konten sebarin ternyata Indonesia seperti apa, kafenya bagaimana, transportasinya bagaimana, masyarakat, para pedagangnya, semua kebahagiaan dapat cerita di dunia internasional," ujar Rhenald dikutip dari akun Instagram @rhenald.kasali, Jumat (30/10/2026).
Experience economy merupakan dampak yang lazim muncul dari aktivitas yang berkaitan dengan kegemaran seseorang. Misalnya, penikmat musik tetap tertarik menonton konser musisi idolanya meskipun dapat menikmati karya-karya mereka melalui platform digital.
Hal serupa juga terjadi pada pegiat lari yang bersedia mengikuti kompetisi maraton meskipun sebenarnya dapat berlari sendiri. "Orang pengen experience, pengen get the feeling, pengen involved," jelas dia.
Dampak serupa diperkirakan muncul dari konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar, Ada Pesan Perdamaian dan Donasi 100.000 Sepatu
Konser Andrea dapat membantu mempromosikan pariwisata Candi Borobudur. Menurutnya, penyelenggaraan pertunjukan seni di situs bersejarah juga lazim dilakukan di sejumlah negara untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.
"Misalnya saja di Italia, itu banyak tempat-tempat yang bersejarah dilakukan (pertunjukan seni). Di Yunani, di Acropolis," tambah dia.
Rhenald juga menyoroti kontroversi yang sempat muncul terkait rencana konser Andrea di Indonesia. Oleh karena itu, dia menilai penyelenggaraan konser Andrea di Indonesia perlu menghadirkan nilai bersama (shared value) yang adil dan dapat dirasakan oleh semua pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi







