Akurat Logo

Sempat Tembus 15.000 Kasus per Hari, ISPA di Wilayah Karhutla Kini Menurun

Putri Dinda Permata Sari | 30 Oktober 2026, 19:04 WIB
Sempat Tembus 15.000 Kasus per Hari, ISPA di Wilayah Karhutla Kini Menurun
Ilustrasi gejala ISPA. - Magnific

AKURAT.CO Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) harian di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turun menjadi sekitar 1.500 hingga 2.000 kasus setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan saat puncak kasus yang sempat mencapai 15.000 kasus per hari.

Sebelum hujan turun, jumlah kasus harian masih berada di kisaran 3.000 kasus.

"Kasus itu kan secara kumulatif. Kita lihat yang per harinya. Per harinya, puncaknya tuh sempat di 15.000-an. Kemarin sebelum hujan, itu ke 3.000-an per hari," kata Budi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, penurunan kasus tersebut terjadi seiring membaiknya kualitas udara di wilayah terdampak karhutla setelah diguyur hujan.

"Angka yang saya lihat karena sudah hujan, itu turun ke sekitar 1.500 sampai 2.000-an," ujarnya.

Budi juga memaparkan perbaikan kualitas udara berdasarkan pemantauan indeks standar pencemar udara (ISPU).

Sebelumnya, dari 81 kabupaten/kota yang dipantau, sekitar 50 wilayah mencatat ISPU kategori hitam dengan nilai di atas 300.

Baca Juga: Bukan Hanya Urusan MBG, Ini Deretan Kriteria Pemda yang Bisa Dapat Insentif Rp1 Triliun

Kini, jumlah wilayah dengan kualitas udara kategori hitam tersebut telah menurun menjadi belasan.

"Waktu saya datang ke sana, itu masih sekitar 20, 30-an. Sekarang sudah turun ke angka belasan," jelasnya.

Meski kondisi mulai membaik, Budi berharap hujan terus mengguyur wilayah terdampak agar karhutla segera padam.

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

"Karena dengan hujan kita bisa menghilangkan kebakaran karena itu kan ada di dalam gambut ya. Jadi perlu memang airnya tuh masuk sampai ke dalam. Udah doain, mudah-mudahan bisa selesai," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.