Akurat Logo

Prabowo Ingatkan Siswa Taruna Nusantara: Malas Belajar Sejarah, Akan Dihukum Sejarah

Moehamad Dheny Permana | 30 Oktober 2026, 18:53 WIB
Prabowo Ingatkan Siswa Taruna Nusantara: Malas Belajar Sejarah, Akan Dihukum Sejarah
Presiden Prabowo Subianto menyapa para siswa dalam acara peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Jawa Barat. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para siswa SMA Taruna Nusantara agar menjunjung tinggi persatuan dan mempelajari sejarah bangsa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Prabowo meyakini para siswa dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, serta memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

"Saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik, kalian akan belajar yang terbaik, kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Taruna Nusantara," ujar Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Prabowo menekankan, semangat kebangsaan yang ditanamkan di SMA Taruna Nusantara harus berakar pada nilai-nilai Sumpah Pemuda, yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Menurutnya, ikrar yang dicetuskan para pemuda sebelum kemerdekaan itu merupakan pencapaian luar biasa yang menjadi fondasi persatuan Indonesia.

"Pemuda-pemudi tersebut usianya sangat muda, melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang, luar biasa kita harus akui," ungkapnya.

Ia menegaskan, persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi perbedaan dan berbagai tantangan.

Karena itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati antarsuku, agama, ras, dan budaya.

"Hanya dengan persatuan, hanya dengan Bhinneka Tunggal Ika, hanya dengan mengakui dan menghormati semua suku dan semua agama dan semua ras, dan semua budaya, dan semua adat, kita bisa bernegara dengan baik," tegasnya.

Selain persatuan, Prabowo menyoroti pentingnya mempelajari sejarah agar generasi muda tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

"Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," katanya.

Menurut Prabowo, kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya memahami perjalanan sejarah dan sifat dasar manusia.

Ia mencontohkan pengalaman penjajahan Indonesia yang, antara lain, dipengaruhi lemahnya persatuan di antara sesama anak bangsa.

Ia pun meminta para siswa mengambil pelajaran dari politik pecah belah yang pernah diterapkan penjajah agar kesalahan serupa tidak terulang.

"Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya," pesannya.

Baca Juga: KPK Telusuri Peran Istri Adik Mantan Kepala BNPB dalam Proyek Penanganan Bencana

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.