Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Thailand Semakin Kokoh, Targetkan Perdagangan hingga USD20 Miliar pada 2030

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan Thailand berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD20 miliar pada 2030.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam rangka Second Leaders' Consultation di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar USD 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.
Dalam kunjungan PM Thailand ke Indonesia yang pertama dalam 15 tahun terakhir tersebut, Presiden Prabowo dan PM Anutin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 sebagai pedoman untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.
Roadmap tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan kedua pemimpin di sela-sela ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, pada Mei lalu, sekaligus menjadi perwujudan komitmen yang telah dibangun melalui mekanisme Leaders' Consultation sejak 2025.
Baca Juga: Bernuansa Budaya Nusantara, Prabowo Jamu PM Thailand Santap Malam di Istana Negara
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.
Kedua negara juga akan membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan Indonesia–Thailand yang akan berfungsi mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.
"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," kata Presiden Prabowo.
Di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.
Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
Baca Juga: Prabowo dan PM Thailand Resmikan Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Pariwisata hingga Investasi
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," lanjut Prabowo.
Sementara itu, PM Anutin menyatakan optimisme terhadap prospek hubungan ekonomi kedua negara yang didukung oleh pasar dengan potensi yang besar dengan total penduduk sekitar 350 juta jiwa. Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui kemudahan akses perdagangan dan investasi serta penguatan kemitraan sektor swasta.
"Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," kata PM Anutin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








