News Presenter Akurat.co Ungkap Transformasi Media di Era Ini, Ternyata Begini Perbedaannya

AKURAT.CO News Presenter Akurat.co, Ratu Tiarasari, membeberkan transformasi yang terjadi di media dalam Akurat Goes to Campus (AGTC) dengan tema Inovasi dalam Jurnalisme, Kamis (4/4/2024).
Di depan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, Ratu mengatakan, saat ini media massa mengalami transformasi media dan berganti ke era terbaru.
"Saat ini kita ada di era new media, new media sendiri adalah media yang menggunakan internet berbasis teknologi online, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif, serta dapat berfungsi secara privat atau publik," ungkap Asisten Redaktur Akurat.co itu.
Transformasi media, kata Ratu, terjadi dari media konvensional seperti televisi dan radio ke media digital.
Sebelumnya, media konvensional merangkum fakta yang terjadi dari jurnalis lapangan dengan hanya satu narasumber saja.
Sementara saat ini, media digital memiliki sumber informasi beragam, bukan hanya dari reporter yang di lapangan tapi juga dari media sosial.
Baca Juga: Wakil Rektor I Apresiasi Acara AGTC Bersama Pospay di Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama
"Kalau media digital, karena kita cepet-cepetan, maka kita sumber informasinya itu bisa merangkum dari media sosial. Bahkan zaman sekarang, opini netizen aja di platform X itu bisa menjadi lead berita," tuturnya.
Selain itu, menurut Ratu, media konvesional juga memiliki reporter dengan kualitas kamera bagus dengan biaya produksi yang besar.
"Kalau zaman dulu reporter harus ada kamera bagus yang kualitasnya tivi tapi zaman sekarang bisa pakai hape dan tripod," katanya.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool Kembali ke Puncak, Chelsea Kalahkan MU Lewat Drama Tujuh Gol
"Biaya untuk produksi berita jaman dulu itu juga besar banget, kalau sekarang siapa saja bisa tapi harus tetap sesuai dengan kaidah jurnalistik," tambahnya.
Terakhir, perbedaan media cetak dan konvensional, kata Ratu, juga terletak di penulisan judul kalimat pemberitaan mereka.
"Perbedaan media cetak dan online, biasanya media cetak judulnya sesuai dengan EYD, harus sesuai dengan KBBI dan hanya satu arah," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prancis Klaim Rusia Lakukan Operasi Disinformasi untuk Rusak Olimpiade Paris
"Media online lebih singkat padat dan jelas dan biasanya dua arah dengan bisa langsung berkomentar atau interaktif," pungkas Ratu.
Sebagai informasi acara AGTC di Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama juga berkolaborasi dengan Pospay sebagai sponsor utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






