Konser 10 Ribu Penonton Picu Kemacetan Parah di Rasuna Said, Dishub DKI: Tidak Ada Koordinasi

AKURAT.CO Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyoroti minimnya koordinasi dari penyelenggara konser musik yang digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, menyusul kemacetan parah yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) malam.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan acara yang diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang tersebut menjadi salah satu faktor pemicu kepadatan lalu lintas di kawasan Rasuna Said.
Namun, Dishub tidak menerima pemberitahuan maupun koordinasi dari pihak penyelenggara terkait kebutuhan pengaturan lalu lintas dan parkir sebelum kegiatan berlangsung.
Akibatnya, langkah antisipasi untuk mengelola lonjakan kendaraan dan pengunjung tidak dapat dipersiapkan secara optimal.
“Kami juga mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan agar berkoordinasi dengan Dishub sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan secara optimal dan mobilitas masyarakat tetap terjaga,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Menurut Budi, koordinasi sejak tahap perencanaan sangat penting, terutama untuk kegiatan berskala besar yang berpotensi menarik ribuan pengunjung dan berdampak terhadap lalu lintas di sekitarnya.
Dengan keterlibatan Dishub sejak awal, kata dia, berbagai langkah mitigasi seperti rekayasa lalu lintas, pengaturan lokasi parkir, hingga penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan dapat dipersiapkan lebih matang.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan di kawasan HR Rasuna Said.
Baca Juga: Rawan Praktik Ilegal, Timwas Haji Usul Bentuk Lembaga Resmi Khusus Badal Haji
Menurutnya, Dishub berkomitmen meningkatkan kecepatan respons terhadap berbagai gangguan lalu lintas yang terjadi di Jakarta.
“Ke depan, kami ingin memastikan petugas hadir dalam setiap permasalahan di jalan raya dan memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat,” ujarnya.
Budi menjelaskan, setelah menerima laporan masyarakat terkait kemacetan yang terjadi, petugas Dishub bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta penertiban kendaraan yang menyebabkan penyempitan ruas jalan.
“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas Dishub bersama Satpol PP segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan guna mengurangi kepadatan yang terjadi,” jelasnya.
Kemacetan di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu malam sempat menjadi sorotan publik setelah arus kendaraan tersendat dalam waktu cukup lama.
Kondisi tersebut memicu keluhan para pengguna jalan dan mendorong Dishub DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyelenggaraan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas di ruang publik.
Dishub berharap ke depan seluruh penyelenggara acara dapat menjalin koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah agar kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
Berdasarkan laporan yang muncul setelah kejadian, konser yang disebut menjadi pemicu kepadatan lalu lintas di kawasan HR Rasuna Said adalah festival musik Ekspectanica yang digelar di kawasan GOR Soemantri Brodjonegoro pada Minggu (31/5/2026).
Festival tersebut dilaporkan menghadirkan sejumlah musisi seperti Last Child, Feel Koplo, Awdella, dan Riri Moeya.
Baca Juga: Kasus Hanania Travel Jadi Ujian Awal Efektivitas UU Haji dan Umrah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah









