WTO Dukung Indonesia dalam Sengketa Biodiesel, Uni Eropa Harus Tinjau Ulang Bea Masuk Biodiesel

AKURAT.CO Kementerian Koordinator bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi) menyampaikan kabar positif bagi komoditas andalan ekspor Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendukung Indonesia dalam penyelesaian sengketa ekspor biodiesel ke Uni Eropa.
Adapun, sengketa ini berkaitan dengan pengenaan tarif bea masuk tinggi ke Uni Eropa bagi biodiesel asal Indonesia.
“Kabar baik bahwa panel WTO itu mendukung Indonesia di dalam keputusan terkait dengan dikenakannya dumping duty (bea masuk) biodiesel di Eropa,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Sabtu (23/8/2025).
Baca Juga: Harga Bioetanol dan Biodiesel Turun pada Juli 2025, ESDM Tetapkan HIP Baru
Airlangga menambahkan adanya dukungan WTO membuat Uni Eropa diwajibkan meninjau ulang dan mencabut kebijakan dumping duty yang sebelumnya dikenakan.
“Nah, kita Indonesia tinggal menunggu bagaimana EU merespons terhadap keputusan panel WTO tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut adanya keputusan WTO akan memberikan kepastian bagi komoditas andalan ekspor dari Indonesia. “Jadi ini adalah kabar baik dalam perkembangan terkait dengan komoditas andalan ekspor Indonesia,” ujar Airlangga.
Sebelumnya UE telah memberlakukan BMI di kisaran 8 – 18% sejak 2019. Menurut Eugenia, pengenaan tersebut dapat menimbulkan kerugian serius terhadap industri Indonesia, khususnya setelah perekonomian dunia yang mulai bergerak pasca pandemi Covid-19.
“Indonesia sendiri menilai proses penyelidikan dan pengenaan BMI tersebut inkonsisten terhadap aturan WTO,” ungkap Eugenia.
Selain itu, Eugenia juga meyampaikan pentingnya meningkatkan produksi sawit di dalam negeri agar harga biodiesel lebih kompetitif yang setara dengan harga solar dan tidak terus menerus disubsidi dari dana yang dikelola oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit).
Eugenia juga menyarankan, pentingnya pemerintah melakukan diversifikasi penggunaan sawit sebagai bahan bakar untuk menjadi alternatif serta mudah dalam mengendalikan suplai biodiesel ke UE.
“Jika ini bisa direalisasikan, ke depannya Indonesia tidak perlu khawatir dengan pembatasan biodiesel ke Eropa, karena pasokannya sudah terserap penuh di dalam negeri,” ungkap Eugenia.
Sebagai tambahan, pada 15 Agustus 2023, Indonesia telah mengajukan permohonan konsultasi sengketa ke WTO terkait pengenaan BMI biodiesel oleh UE.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








