ERS dan Tarif Dagang Jadi Prioritas Trump dalam 100 Hari Pertama
Demi Ermansyah | 21 Januari 2025, 21:31 WIB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, memulai masa jabatannya dengan gebrakan besar. Salah satu langkah yang langsung mencuri perhatian adalah rencananya membentuk External Revenue Service (ERS) atau Layanan Pajak Eksternal.
Kebijakan ini bertujuan mengumpulkan tarif dari perdagangan internasional, yang menurut Trump, akan membawa "uang dalam jumlah luar biasa besar" ke dalam kas negara.
"Daripada membebani rakyat kita dengan pajak demi memperkaya negara lain, kita akan mengenakan tarif pada negara-negara asing untuk memajukan warga kita sendiri, diharapkan melalui kebijakan ini bisa menjadi angin segar bagi ekonomi Amerika yang beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan global," ujar Trump saat pidato inagurasi melalui lansiran Reuters, Selasa (21/1/2025).
Selain itu, Trump menginstruksikan lembaga federal untuk mengkaji ulang kebijakan tarif dan hubungan perdagangan Amerika Serikat dengan tiga mitra dagang utama yakni China, Kanada, dan Meksiko. Dimana langkah tersebut menunjukkan bahwa Trump beserta jajaran pemerintahnya serius dalam memperbaiki posisi dagang AS di pasar internasional.
"Kami akan mulai membangun sistem perdagangan yang adil untuk melindungi pekerja dan keluarga Amerika," tambah Trump.
Meskipun begitu, langkah tersebut bukan tanpa tantangan. Beberapa ahli ekonomi mengingatkan bahwa kebijakan tarif tinggi berpotensi memicu perang dagang dengan negara lain, yang dapat merugikan sektor-sektor tertentu di Amerika Serikat.
"Kami akan mulai membangun sistem perdagangan yang adil untuk melindungi pekerja dan keluarga Amerika," tambah Trump.
Meskipun begitu, langkah tersebut bukan tanpa tantangan. Beberapa ahli ekonomi mengingatkan bahwa kebijakan tarif tinggi berpotensi memicu perang dagang dengan negara lain, yang dapat merugikan sektor-sektor tertentu di Amerika Serikat.
Meski begitu, para pendukung Trump menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi AS.
Banyak yang kini menantikan realisasi ERS dan dampaknya terhadap perdagangan global. Dengan kebijakan baru ini, Trump tampaknya ingin menegaskan bahwa "America First" bukan sekadar slogan, tetapi strategi ekonomi yang nyata.
Banyak yang kini menantikan realisasi ERS dan dampaknya terhadap perdagangan global. Dengan kebijakan baru ini, Trump tampaknya ingin menegaskan bahwa "America First" bukan sekadar slogan, tetapi strategi ekonomi yang nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








