Akurat Logo

Surat Utang dan Sukuk Dominasi Pendanaan Pasar Modal hingga 69 Persen, IPO Cuma Satu Persen

Esha Tri Wahyuni | 5 November 2026, 20:13 WIB
Surat Utang dan Sukuk Dominasi Pendanaan Pasar Modal hingga 69 Persen, IPO Cuma Satu Persen
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih didominasi penerbitan surat utang dan sukuk. Hingga 30 Oktober 2026, nilai penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk (PUB EBUS) mencapai Rp144,94 triliun atau menjadi kontributor terbesar setara 69% dari total dana yang dihimpun korporasi melalui pasar modal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai penghimpunan dana pasar modal secara keseluruhan mencapai Rp209,77 triliun hingga Oktober 2026. Angka tersebut setara 83,91% dari target penghimpunan dana tahun ini sebesar Rp250 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, capaian tersebut berasal dari 179 penawaran umum yang berlangsung sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Baca Juga: Investor Pasar Modal Bertambah 1,38 Juta pada Oktober 2026 di Tengah Pelemahan IHSG 16,7 Persen

"Minat korporasi domestik untuk melakukan penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal masih cukup tinggi," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dari total penghimpunan dana tersebut, PUB EBUS menjadi instrumen yang paling banyak dimanfaatkan korporasi dengan nilai Rp144,94 triliun melalui 141 penawaran umum.

Sementara itu, penawaran umum terbatas (PUT) menyumbang Rp51,99 triliun melalui 20 penawaran. Kemudian, penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) tercatat sebesar Rp10,68 triliun melalui 11 penawaran.

Adapun penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih relatif kecil. Sepanjang periode tersebut, hanya terdapat 7 perusahaan yang melakukan IPO dengan total dana terkumpul Rp2,16 triliun atau setara 1% dari total pendanaan.

Besarnya kontribusi surat utang dan sukuk menunjukkan bahwa instrumen pendanaan berbasis utang masih menjadi bagian penting dalam aktivitas penghimpunan dana korporasi di pasar modal. Sementara itu, kontribusi IPO terhadap total dana yang dihimpun masih terbatas.

Masih Ada 26 Rencana Penawaran Umum

Meski penghimpunan dana telah mencapai lebih dari 80% target tahunan, OJK masih memiliki pekerjaan untuk mengejar sisa target sebesar Rp40,23 triliun hingga akhir 2026.

Peluang penambahan dana masih terbuka. OJK mencatat terdapat 26 rencana penawaran umum yang masuk dalam antrean atau pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp24,46 triliun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.