Akurat Logo

Kontribusi Asuransi Syariah Baru 10 Persen, AIA Andalkan Digital dan Wellness untuk Perluas Penetrasi

Idham Nur Indrajaya | 5 November 2026, 10:12 WIB
Kontribusi Asuransi Syariah Baru 10 Persen, AIA Andalkan Digital dan Wellness untuk Perluas Penetrasi
Kontribusi asuransi syariah baru 10%. AIA mengandalkan layanan digital dan wellness untuk memperluas pasar perlindungan. - dok. AIA

AKURAT.CO Kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan keuangan terus berkembang, tetapi penetrasi asuransi syariah di Indonesia masih menyisakan ruang yang cukup besar. Kontribusinya baru sekitar 10% dari total premi industri asuransi nasional. Kondisi ini menjadi peluang bagi perusahaan asuransi untuk memperluas pasar, termasuk melalui inovasi layanan yang semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

PT AIA Financial (AIA) mencoba menangkap peluang tersebut dengan mengoperasikan PT AIA Syariah Insurance sebagai entitas asuransi jiwa syariah tersendiri sejak 1 November 2026. Perusahaan tidak hanya mengandalkan produk perlindungan berbasis syariah, tetapi juga memanfaatkan layanan digital AIA+ dan program kesehatan serta kebugaran AIA Vitality untuk memperkuat pengalaman nasabah.

Secara sederhana, strategi AIA Syariah bertumpu pada tiga hal, yakni memperluas pilihan perlindungan, mempermudah akses melalui layanan digital, dan membangun hubungan dengan nasabah melalui pendekatan kesehatan atau wellness. Langkah tersebut diarahkan untuk menangkap peluang pasar asuransi syariah yang masih memiliki ruang pertumbuhan di Indonesia.

Kontribusi Asuransi Syariah Baru 10 Persen, Seberapa Besar Peluang Pasarnya?

Rendahnya kontribusi asuransi syariah terhadap total premi nasional menunjukkan bahwa penetrasi perlindungan berbasis prinsip syariah masih menghadapi tantangan. Meskipun memiliki ruang untuk berkembang, industri ini perlu menjangkau lebih banyak masyarakat yang belum memiliki asuransi maupun konsumen yang membutuhkan alternatif perlindungan sesuai prinsip syariah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan dalam materi perusahaan, aset sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah tumbuh 10,59% sepanjang 2025 menjadi Rp74,27 triliun. Namun, kontribusi asuransi syariah masih berada di kisaran 10% dari total premi industri asuransi nasional.

Kedua angka tersebut memperlihatkan kondisi yang menarik. Di satu sisi, aset sektor keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan. Di sisi lain, kontribusi premi asuransi syariah terhadap industri nasional masih relatif terbatas.

Pertumbuhan aset dan penetrasi pasar merupakan dua indikator berbeda. Kenaikan aset menunjukkan perkembangan nilai kekayaan yang dikelola sektor terkait, sedangkan kontribusi premi memberikan gambaran mengenai posisi bisnis asuransi syariah dalam keseluruhan industri asuransi.

Artinya, pertumbuhan aset belum otomatis menunjukkan bahwa semakin banyak keluarga Indonesia telah memiliki perlindungan asuransi syariah. Perluasan basis nasabah, peningkatan pemahaman produk, serta kemudahan akses masih menjadi pekerjaan penting bagi perusahaan yang ingin menggarap pasar tersebut.

Bagi pelaku industri, kondisi ini membuka peluang sekaligus tantangan. Potensi pertumbuhan tidak cukup dimanfaatkan dengan memperbanyak produk, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan menghilangkan hambatan ketika mereka ingin memperoleh perlindungan.

AIA Operasikan Entitas Asuransi Syariah Terpisah Mulai November 2026

AIA resmi mengoperasikan PT AIA Syariah Insurance secara penuh pada 1 November 2026. Kehadiran entitas ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperluas akses perlindungan berbasis syariah bagi masyarakat Indonesia.

Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, menyebut peluncuran AIA Syariah sebagai babak baru dalam komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjangkau keluarga Indonesia dengan kebutuhan finansial yang semakin dinamis.

“Peluncuran AIA Syariah menandai babak baru dan menegaskan komitmen jangka panjang AIA untuk memperluas akses perlindungan bagi keluarga Indonesia modern,” ujar Harsya melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Kamis, 5 November 2026.

Menurutnya, perluasan akses perlindungan membutuhkan dukungan edukasi yang konsisten, produk relevan, distribusi yang mudah dijangkau, serta kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis.

Harsya menilai perlindungan asuransi tidak semestinya hanya dipahami sebagai produk keuangan. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran dan membantu keluarga menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Kami percaya bahwa perlindungan bukan hanya tentang produk. Perlindungan adalah tentang memberi ketenangan pikiran, membantu keluarga tetap tangguh menghadapi ketidakpastian, dan menjalani hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa AIA ingin membangun bisnis perlindungan dengan pendekatan yang lebih luas. Produk asuransi menjadi fondasi, sementara edukasi, layanan, dan ekosistem pendukung diharapkan memperkuat hubungan perusahaan dengan nasabah.

Bagi AIA, pembentukan entitas syariah tersendiri juga memberikan ruang untuk mengembangkan solusi perlindungan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen dengan prinsip syariah sebagai landasan operasionalnya.

Mengapa AIA Mengandalkan Layanan Digital dan Wellness?

Salah satu aspek yang menarik dari strategi AIA Syariah adalah pemanfaatan ekosistem yang telah dimiliki perusahaan. Nasabah tidak hanya mendapatkan pilihan produk perlindungan berbasis syariah, tetapi juga dukungan layanan digital AIA+ dan program kesehatan serta kebugaran AIA Vitality.

Pendekatan ini relevan dengan perubahan perilaku konsumen. Masyarakat semakin terbiasa menggunakan aplikasi untuk mengakses layanan keuangan, mencari informasi, dan mengelola berbagai kebutuhan sehari-hari.

Dalam industri asuransi, kemudahan akses dapat menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan membeli perlindungan. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan manfaat polis, tetapi juga bagaimana mereka memperoleh informasi, berinteraksi dengan perusahaan, dan mengakses layanan setelah menjadi nasabah.

Layanan digital seperti AIA+ berpotensi mendukung pengalaman tersebut melalui ekosistem layanan yang lebih terintegrasi. Namun, kemudahan digital tetap harus diikuti kejelasan informasi produk, kualitas layanan, serta kemudahan penyelesaian kebutuhan nasabah.

Di sisi lain, program AIA Vitality membawa pendekatan yang berbeda. Program kesehatan dan kebugaran tersebut memperluas perhatian perusahaan terhadap aspek kesehatan nasabah, bukan hanya perlindungan finansial ketika risiko kesehatan terjadi.

Perpaduan layanan digital dan wellness dapat menjadi strategi diferensiasi di tengah persaingan industri asuransi. Perusahaan berupaya membangun interaksi yang lebih berkelanjutan dengan nasabah, termasuk dalam aktivitas yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan.

Meski demikian, keberadaan aplikasi dan program kebugaran tidak otomatis membuat masyarakat membeli asuransi. Perusahaan tetap perlu memastikan produk yang ditawarkan sesuai kebutuhan, terjangkau, dan mudah dipahami oleh calon nasabah.

Baca Juga: Batavia Raih Peringkat Tertinggi Pefindo, Ini Penilaian untuk 3 Reksa Dananya

Produk AIA Syariah Menyasar Kebutuhan Kesehatan hingga Perencanaan Keuangan

Selain memperkuat layanan digital dan wellness, AIA Syariah menyiapkan sejumlah produk untuk menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat. Portofolio tersebut mencakup perlindungan kesehatan, jiwa, penyakit kritis, hingga perencanaan keuangan berbasis syariah.

Berikut empat kategori solusi yang disediakan AIA Syariah:

  • AIA Nura Care: Perlindungan kesehatan terjangkau sebagai tambahan atas Employee Benefits yang dimiliki nasabah.

  • AIA Nura Protect: Perlindungan jiwa dan penyakit kritis.

  • AIA Nura Journey: Solusi perencanaan keuangan berbasis syariah.

  • Employee Benefits Syariah: Perlindungan kesehatan dan jiwa berbasis syariah bagi karyawan perusahaan.

Komposisi produk tersebut memperlihatkan bahwa AIA tidak hanya membidik satu kebutuhan konsumen. Perusahaan juga mencoba menjangkau berbagai tahap kehidupan, mulai dari kebutuhan menjaga kesehatan hingga mempersiapkan kondisi finansial keluarga dalam jangka panjang.

AIA Nura Care, misalnya, ditempatkan sebagai perlindungan tambahan atas Employee Benefits yang dimiliki nasabah. Pendekatan ini menyasar konsumen yang sudah memperoleh fasilitas kesehatan dari perusahaan tempat bekerja, tetapi masih membutuhkan lapisan perlindungan tambahan.

Sementara itu, AIA Nura Protect menyasar risiko finansial yang muncul ketika pencari nafkah mengalami penyakit kritis atau meninggal dunia. Perlindungan semacam ini berkaitan langsung dengan keberlanjutan kondisi ekonomi keluarga, terutama bagi rumah tangga yang masih bergantung pada satu atau dua sumber pendapatan.

Adapun AIA Nura Journey diarahkan untuk kebutuhan perencanaan keuangan berbasis syariah. Produk ini melengkapi portofolio perusahaan dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan risiko, tetapi juga persiapan kebutuhan finansial jangka panjang.

Presiden Direktur AIA Syariah, Ruddy Martono, mengatakan perusahaan ingin menjadi mitra pilihan bagi keluarga Indonesia melalui solusi perlindungan yang didukung inovasi dan keunggulan layanan.

“AIA Syariah berkomitmen untuk menjadi mitra pilihan utama untuk memberdayakan keluarga Indonesia modern dengan memenuhi kebutuhan perlindungan mereka melalui solusi berbasis Syariah, didukung oleh inovasi, keunggulan layanan, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ujar Ruddy.

Ia menambahkan, operasional perusahaan akan berpegang pada nilai Ta'awun, Berkah, dan Amanah. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan AIA Syariah dalam mengembangkan bisnis sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.