Akurat Logo

Serangan Bom Rusia Tewaskan 40 Orang di Pusat Bantuan Ukraina, 59 Lainnya Hilang

Fitra Iskandar | 5 November 2026, 11:07 WIB
Serangan Bom Rusia Tewaskan 40 Orang di Pusat Bantuan Ukraina, 59 Lainnya Hilang
Rusia disebut mengebom wilayah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara. 40 orang dinyatakan tewas. - X/@ZelenskyyUa)(Photo- X/@ZelenskyyUa

AKURAT.CO Sedikitnya 40 orang tewas dan 59 lainnya masih dinyatakan hilang setelah serangan bom Rusia menghantam pusat bantuan kemanusiaan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara. Serangan Rusia di Ukraina ini menjadi salah satu insiden paling mematikan terhadap warga sipil sepanjang 2026.

Pengeboman terjadi pada Senin di Desa Komyshuvakha, ketika sebuah bangunan sekolah bawah tanah yang difungsikan sebagai tempat perlindungan sekaligus pusat distribusi bantuan kemanusiaan diserang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Rusia menjatuhkan bom udara saat warga berdatangan untuk mengambil bantuan, kemudian kembali melancarkan serangan ke lokasi tersebut.

Hingga Rabu, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara reruntuhan bangunan. Petugas menggunakan alat berat untuk mengangkat puing-puing dan mencari jenazah di sekitar kawah besar bekas ledakan. Rekaman Reuters memperlihatkan petugas mengevakuasi jenazah yang dibungkus kantong plastik putih ke dalam sebuah mobil van.

Ivan Fedorov, salah satu pimpinan Dewan Pertahanan Regional Zaporizhzhia, melalui unggahan di Telegram menyebut 59 orang masih belum ditemukan. Layanan darurat Ukraina mengonfirmasi bahwa dua petugas penyelamat dan empat anggota kepolisian termasuk di antara korban tewas.

Bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena lokasinya berdekatan dengan garis depan pertempuran. Desa Komyshuvakha berjarak sekitar 17 kilometer dari posisi terdekat pasukan Rusia.

Sumber: Indiatoday

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.