Nama Pialang Resmi Kerap Dicatut, Finex Ingatkan Trader Verifikasi Dulu

AKURAT.CO Penipu tidak selalu membangun perusahaan palsu dari nol. Kini, mereka semakin sering mencatut nama perusahaan yang benar-benar ada.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat peniruan identitas entitas berizin atau impersonation sebagai salah satu modus penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat tahun ini. Pelaku meniru nama, logo, atau identitas perusahaan legal agar penawaran ilegalnya terlihat meyakinkan.
Skala penipuan keuangan di Indonesia menunjukkan mengapa hal ini penting. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 702.342 laporan penipuan sejak November 2024, dengan 173.718 nomor telepon dilaporkan korban dan dana korban sebesar Rp811,1 miliar diblokir hingga akhir September 2026, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: AsetKu Perkenalkan Layanan Pendanaan Digital ke Masyarakat Lewat FinExpo 2026
Bagi industri trading, modus peniruan ini menciptakan situasi yang ironis. Semakin dipercaya nama sebuah pialang, semakin menarik pula nama itu bagi penipu. Izin usaha, reputasi baik, dan logo yang dikenal justru menjadi hal yang ingin dimanfaatkan pelaku.
Polanya Mudah Dikenali
Seseorang menghubungi trader lewat WhatsApp, Telegram, atau media sosial, mengaku mewakili pialang ternama, menawarkan program khusus atau layanan account manager, lalu meminta dana ditransfer, biasanya ke rekening pribadi.
Pialang berjangka Finex mengajak trader mengingat tiga pengecekan sederhana. Pertama, pialang berizin hanya menerima dana melalui rekening resmi perusahaan, tidak pernah melalui rekening pribadi.
Kedua, detail rekening resmi harus dipastikan lewat aplikasi atau area nasabah milik pialang, bukan dari pesan chat. Ketiga, pialang resmi tidak akan pernah meminta kata sandi atau kode verifikasi.
“Ketika nama sebuah pialang semakin dipercaya, kepercayaan itu menjadi sesuatu yang coba dicuri penipu. Kami menanggapinya dengan serius. Finex tidak akan pernah menghubungi nasabah untuk meminta transfer ke rekening pribadi atau meminta kode login. Kalau ada pesan seperti itu, itu bukan dari kami,” ujar Agung Wisnuaji, Direktur Utama Finex.
Menurut Agung, melindungi trader dari peniruan identitas merupakan bagian dari menjaga kepercayaan yang mereka berikan kepada pialang berizin.
“Trader memilih pialang berizin karena ingin merasa aman. Tugas kami adalah memastikan pilihan itu tidak dimanfaatkan oleh orang yang berpura-pura menjadi kami. Artinya, jalur resmi harus jelas, dan trader perlu terus diingatkan cara mengeceknya,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








